Waspada Makanan Sehari-hari Pemicu Batu Ginjal pada Anak
Makanan sehari hari penyebab batu ginjal pada anak kerap hadir tanpa disadari dalam menu harian keluarga. Mulai dari minuman ringan manis, camilan asin, hingga makanan cepat saji, semuanya tampak sepele tetapi bisa berdampak serius pada kesehatan ginjal si kecil.
Batu ginjal pada anak bahkan sering berkembang tanpa gejala, sehingga kerap terabaikan hingga kondisinya memburuk.
Kebiasaan mengonsumsi minuman ringan berpemanis, makanan cepat saji, serta makanan tinggi garam secara signifikan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada anak-anak. Kandungan gula dan natrium yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh, memicu penumpukan zat tertentu di ginjal.
Tak hanya itu, anak-anak juga sebaiknya membatasi makanan fermentasi dan makanan yang diasap. Jenis makanan ini dapat mengubah lingkungan metabolisme tubuh dan berkontribusi pada proses pembentukan batu ginjal.
Pola makan harian pun perlu diperhatikan, terutama makanan yang meningkatkan produksi amonia dan mineral tertentu, seperti daging merah, makanan laut, makanan kaya fosfat, makanan olahan, serta diet tinggi garam dan gula.
Penting dipahami bahwa makanan sehari hari penyebab batu ginjal pada anak bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada pembatasan porsi dan keseimbangan asupan, agar ginjal anak tetap bekerja optimal.
Makanan penyebab batu ginjal
Lantas, apa saja makanan penyebab batu ginjal yang perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya? Berikut daftarnya, melansir WebMD:
1. Bayam dan makanan tinggi oksalat lainnya
Banyak tanaman mengandung oksalat, salah satunya bayam. Makanan ini tak perlu dihindari sepenuhnya, tetapi konsumsinya perlu dibatasi.Selain bayam, makanan tinggi oksalat lainnya meliputi kacang almond, kacang mete, kentang panggang dengan kulitnya, buah bit, cokelat, dan ubi jalar.
Agar lebih aman, padukan makanan tinggi oksalat dengan makanan tinggi kalsium. Misalnya, salad bayam dengan taburan keju rendah lemak atau kacang-kacangan yang dicampur ke yogurt.
2. Keripik dan camilan asin
Keripik umumnya mengandung garam tinggi. Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine. Oksalat yang berlebih kemudian akan menempel pada kalsium di ginjal hingga membentuk batu ginjal.
Selain keripik, batasi pula makanan kalengan, makanan olahan, makanan cepat saji, serta berbagai bumbu instan tinggi garam.
3. Daging sapi dan protein hewani
Asupan protein hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur juga perlu dibatasi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko batu ginjal, terutama jika tidak diimbangi cairan yang cukup.
4. Jeruk dan asupan vitamin C berlebih
Terlalu banyak vitamin C dapat mendorong tubuh memproduksi oksalat, salah satu pemicu batu ginjal. Anak sebaiknya membatasi asupan vitamin C maksimal sekitar 500 miligram per hari, termasuk dari buah dan suplemen.
Makanan sehari hari penyebab batu ginjal pada anak bukanlah musuh yang harus dihindari total. Dengan pengaturan pola makan yang seimbang, pembatasan garam dan gula, serta memastikan anak cukup minum air putih, risiko batu ginjal dapat ditekan sejak dini.
(tis/tis)