Telur Rebus atau Omelet, Mana yang Efektif Menurunkan Berat Badan?

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 08:00 WIB
Konsumsi telur bisa membantu menurunkan berat badan. Namun di antara telur rebus atau omelet, mana yang lebih efektif?
Ilustrasi. Konsumsi telur bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi antara telur rebus dan omelet, mana yang lebih baik? (Raw Pixel)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Telur merupakan bahan makanan yang paling serbaguna. Karena bisa diolah dengan cara apa pun, Anda bisa mengonsumsinya setiap hari tanpa merasa cepat bosan.

Namun dalam soal menurunkan berat badan, pengolahan telur yang tepat menjadi kunci. Antara telur rebus dan omelet, kira-kira mana yang bisa membantu Anda menghancurkan lemak?

Kalau menurut Healthline, telur utuh dapat memberikan nutrisi kunci, seperti protein, kolin, dan vitamin D. Semua nutrisi ini bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama, yang tentunya bisa mendukung program penurunan berat badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak penjelasan berikut ini mengenai telur rebus dan omelet, beserta perbandingan di antara keduanya.

Manfaat telur rebus untuk penurunan berat badan

Ketimbang membuat omelet, telur rebus memang lebih mudah dibuat. Namun jika dimakan begitu saja, tak sedikit yang merasa cepat bosan.

Meski demikian, di antara semua pilihan olahan telur, telur rebus tergolong yang paling minim kalorinya. Mengutip NDTV Food, tanpa tambahan minyak, susu, atau bumbu, jumlah kalori hanya mencerminkan telur itu sendiri, yakni di kisaran 74 kalori jika ukurannya besar.

Adapun protein yang terdapat dalam telur rebus sekitar 6-6,3 gram, lengkap dengan semua asam amino esensial yang dibutuhkan manusia.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of the American College of Nutrition, disebutkan orang yang sarapan dengan telur merasa lebih kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit kalori selama seharian.

Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan yang dapat diandalkan untuk menurunkan berat badan.

Bisakah omelet dikonsumsi untuk menurunkan berat badan?

Karena diolah menggunakan tambahan bahan lain, kalori omelet tentu bisa lebih tinggi dari telur rebus. Namun kelebihannya, omelet bisa menawarkan lebih banyak ruang untuk eksperimen rasa dan variasi ketimbang telur rebus.

Jumlah proteinnya tetap sama dengan telur rebus, tetapi nutrisi keseluruhannya bisa berubah berdasarkan bahan tambahan yang Anda pilih. Dengan penambahan nutrisi yang tepat, Anda tetap dapat menurunkan berat badan dengan mengonsumsi omelet.

Bagaimana caranya? Pertama, gunakan minyak seminimal mungkin. Sebagai takaran, satu sendok teh minyak sama dengan ekstra 40 kalori.

Kedua, tambahkan sayuran dalam omelet untuk memperkaya serat dan antioksidan. Misalnya, bayam, paprika, bawang bombai, atau jamur. Sayuran dapat meningkatkan volume makanan tanpa menambah banyak kalori.

Kombinasi omelet dan sayuran bisa membuat Anda kenyang lebih lama, memperlambat pencernaan, menstabilkan gula darah, hingga mengurangi keinginan untuk ngemil di antara waktu makan.

Telur rebus atau omelet, mana yang lebih baik untuk mengendalikan berat badan?

Dari segi jumlah kalori, telur rebus tentu lebih rendah. Jumlah kalorinya mudah diprediksi, porsinya pas, dan bebas lemak tersembunyi.

Namun omelet yang diolah bersama bahan-bahan sehat, bisa menawarkan keuntungan lain. Omelet dengan sayur dapat lebih mengenyangkan dan mengurangi rasa lapar.

Omelet tomat/ Foto: Pinterest.com/6pmIlustrasi. Selain telur rebus, ternyata omelet bisa jadi pilihan olahan telur yang sehat dan bisa mendukung penurunan berat badan. (Pinterest.com/6pm)

Jadi, baik telur rebus maupun omelet bisa menjadi bagian dari diet sehat yang mendukung penurunan berat badan. Tentunya, tergantung dari bagaimana Anda mengolah telur dan menambahkan bahan makanan sehat.

Adapun dari segi protein, baik telur rebus maupun omelet sama-sama mengandung sekitar 6 gram protein. Tidak ada perubahan jumlah protein dari metode pengolahan yang berbeda.

(rti)