Diet Mediterania Terbukti Ampuh, Cegah Stroke pada Perempuan

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 07:00 WIB
Ilustrasi. Pola diet ini ternyata ampuh menurunkan risiko terkena stroke. (iStockphoto0
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet cegah stroke kini tak lagi sekadar jargon kesehatan. Pola makan yang tepat terbukti berperan besar dalam menurunkan risiko stroke, terutama pada perempuan yang memasuki usia paruh baya dan menopause.

Sebuah studi jangka panjang terbaru menunjukkan bahwa Diet Mediterania mampu memberikan perlindungan nyata terhadap berbagai jenis stroke.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, satu dari lima perempuan berusia 55-75 tahun berisiko mengalami stroke. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya setelah menopause.

Kabar baiknya, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology Open Access milik American Academy of Neurology menemukan bahwa Diet Mediterania dapat menurunkan risiko tersebut secara signifikan.

Pola makan ini menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan ikan, serta membatasi asupan daging merah dan produk susu. Konsumsi alkohol diperbolehkan dalam jumlah moderat.

Diteliti lebih dari 20 tahun

Penelitian ini melibatkan lebih dari 105 ribu perempuan yang tergabung dalam California Teachers Study sejak 1995. Seluruh partisipan merupakan guru, tenaga administrasi sekolah, atau anggota sistem pensiun guru California, dengan rentang usia awal 38-67 tahun.

Mengutip CNN, pada awal penelitian, para peserta diminta mengisi kuesioner rinci terkait pola makan dan porsi konsumsi selama satu tahun terakhir. Data tersebut kemudian digunakan peneliti untuk menilai tingkat kepatuhan terhadap Diet Mediterania menggunakan sistem skor sembilan poin.

Skor diberikan berdasarkan tingginya konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, minyak zaitun, dan ikan, serta rendahnya konsumsi daging dan produk susu. Semakin tinggi skor, semakin kuat kepatuhan terhadap Diet Mediterania.

Setelah masa tindak lanjut selama rata-rata 20,5 tahun, hasilnya cukup mencolok. Perempuan yang konsisten menjalani Diet Mediterania memiliki risiko stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

Secara rinci, risiko seluruh jenis stroke turun hingga 18 persen, risiko stroke iskemik menurun 16 persen, dan yang paling mengejutkan, risiko stroke hemoragik turun hingga 25 persen.

Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan manfaat Diet Mediterania dalam menurunkan risiko demensia, depresi, penyakit gusi, kanker payudara, hingga diabetes.

"Kami sudah lama tahu bahwa ini adalah pola makan yang lebih sehat," ujar Andrew Freeman, ahli jantung preventif dari National Jewish Health, Denver, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini.

Ia menambahkan, banyak ahli jantung merujuk pada studi PREDIMED yang menunjukkan penurunan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, dengan manfaat terbesar pada pencegahan stroke.

Namun, penurunan risiko stroke hemoragik menjadi temuan yang cukup mengejutkan. Menurut Sophia Wang, penulis senior studi ini, faktor gaya hidup selama ini lebih dikenal memengaruhi risiko stroke iskemik. "Manfaat diet terhadap stroke hemoragik merupakan temuan baru dan sangat penting," ujarnya.

Wang juga menekankan relevansi penelitian ini bagi perempuan yang menua. Risiko stroke meningkat setelah menopause, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa ada langkah konkret yang bisa dilakukan untuk menurunkannya, salah satunya melalui pola makan sehat seperti Diet Mediterania.

Peneliti mengakui adanya keterbatasan, seperti tidak dilacaknya perubahan pola makan dan konsumsi minyak zaitun selama bertahun-tahun. Meski begitu, Freeman menilai temuan ini tetap menambah bukti kuat mengenai manfaat pola makan berbasis nabati.

"Ini adalah satu lagi penelitian berkualitas yang menunjukkan bahwa pola makan rendah lemak, berbasis makanan utuh dan nabati, merupakan cara terbaik untuk mencegah berbagai penyakit, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah otak," katanya.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK