BPOM Temukan 41 Obat Herbal Berbahaya, Rusak Hati dan Ginjal

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 20:30 WIB
Ilustrasi. BPOM temukan 41 obat herbal dengan kandungan bahan kimia obat. Obat bisa membahayakan konsumen sebab dapat memicu kerusakan ginjal dan hati. (Justina Nur)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) temukan 41 obat bahan alam (OBA) yang mengandung bahan kimia obat (BKO) pada periode November-Desember 2025.

Dari total lebih dari dua ribu sampel produk OBA, obat kuasi, suplemen kesehatan di seluruh Indonesia, sebanyak 41 produk mengandung BKO. Kemudian berdasar penelusuran data BPOM, seluruh produk tersebut dinyatakan ilegal.

Sebagian produk tidak punya izin edar, bahkan mencantumkan nomor izin edar (NIE) palsu atau fiktif. Tak hanya melanggar regulasi, produk herbal tersebut juga berpotensi memicu masalah kesehatan serius.

"Temuan produk berbahaya ini sangat mengkhawatirkan. Produk yang diklaim sebagai jamu atau obat tradisional, ternyata mengandung zat aktif obat yang penggunaannya harus di bawah pengawasan medis. Ini merupakan pelanggaran hukum sekaligus ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam siaran resmi BPOM.

Masalah kesehatan serius bisa timbul tergantung obat kimia yang terdapat pada obat herbal.

Sildenafil, memicu gangguan penglihatan, sakit kepala, serangan jantung, kematian.
Deksametason dan parasetamol, memicu osteoporosis, gangguan mental, kelainan darah, kerusakan hati.
Sibutramin, memicu kenaikan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, susah tidur.

Jika digunakan dalam jangka panjang maka bisa menimbulkan kerusakan hati dan ginjal permanen.

Daftar 41 obat herbal berbahaya

Obat dengan klaim peningkat stamina pria

Obat dengan klaim menghilangkan pegal linu dan nyeri sendi

Obat dengan klaim penggemuk badan

Ilustrasi. BPOM menemukan obat herbal berbahaya salah satu jenis obat memasang klaim dapat menggemukkan badan. (Distika Safara Setianda)

Obat dengan klaim melangsingkan tubuh

Obat dengan klaim mengatasi gejala diabetes

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK