Sering Menggoyangkan Kaki saat Duduk? Tak Melulu karena Kebiasaan

CNN Indonesia
Minggu, 03 Mei 2026 05:30 WIB
Menggoyang-goyangkan kaki sering dianggap sebagai kebiasaan kecil tanpa arti. Padahal dari sudut pandang ilmiah, gerakan ini punya arti.
Ilustrasi. Menggoyang-goyangkan kaki sering dianggap sebagai kebiasaan kecil tanpa arti. Padahal dari sudut pandang ilmiah, gerakan ini punya arti. (Dok. Death to The Stock Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah memperhatikan seseorang yang duduk sambil terus menggoyang-goyangkan kaki? Atau justru kamu sendiri juga sering melakukannya, entah saat menunggu, bekerja yang bahkan dilakukan tanpa sadar.

Sekalipun sudah sadar dan dihentikan, tak lama kemudian kaki kembali bergerak lagi. Seolah tubuh punya kemauan sendiri. Lantas, apa sebenarnya penyebab kebiasaan ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menggoyang-goyangkan kaki sering kali dianggap sebagai kebiasaan kecil tanpa arti. Padahal dari sudut pandang ilmiah, gerakan ini punya kaitan dengan cara tubuh mengatur diri.

Studi Frontiers in Psychiatry menyebut kebiasaan ini dikenal dengan istilah fidgeting atau gerakan kecil berulang yang dilakukan tanpa sadar.

Tak hanya menggoyang-goyangkan kaki, gerakan kecil yang juga termasuk seperti mengetuk-ngetuk jari, memainkan pulpen, hingga menggigit kuku.

Fidgeting ini bisa menjadi cara tubuh untuk mengatur fokus, emosi, atau tingkat kewaspadaan. Studi juga menyebutkan fidgeting sebagai bagian dari proses self-regulation, yaitu cara tubuh menenangkan diri atau menyesuaikan kondisi mental.

Kalau ditarik ke keseharian, kebiasaan menggoyang kaki bisa muncul dalam berbagai situasi. Mulai dari bosan, merasa tegang atau cemas, mencoba tetap fokus, hingga sekadar kebiasaan tanpa arti khusus.

Penelitian dalam Journal of Affective Disorder juga menunjukkan bahwa kondisi seperti kecemasan dan depresi memang bisa memengaruhi pola gerakan tubuh.

Meski begitu, bukan berarti setiap orang yang menggoyang kaki pasti mengalami gangguan mental, konteks tetap jadi kunci.


Kapan perlu waspada?

Meski umumnya normal, ada beberapa kondisi di mana kebiasaan ini bisa jadi sinyal tertentu. Salah satunya adalahRestless Legs Syndrome(RLS) yaitu gangguan neurologis yang membuat seseorang memiliki dorongan yang kuat untuk menggerakkan kaki.

Mengutip dari Nature Reviews Disease Primers, ciri khas RLS antara lain :

  • muncul saat sedang diam atau istirahat
  • terasa tidak nyaman di kaki
  • membaik setelah digerakkan
  • biasanya lebih parah di malam hari

Selain itu, gerakan kaki juga bisa muncul akibat efek samping obat tertentu, terutama yang berkaitan dengan kondisi psikiatri. Kondisi ini dikenal sebagai akathisia, yang ditandai dengan rasa gelisah dan kebutuhan untuk terus bergerak.

Jika gerakan terasa tidak bisa dikendalikan, disertai rasa tidak nyaman, mengganggu tidur, atau muncul setelah dikonsumsi obat tertentu, ada baiknya mulai waspada.

Kebiasaan kecil seperti menggoyang kaki ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Di baliknya, ada cara tubuh bekerja menjaga keseimbangan antara fokus, emosi dan kenyamanan.

Jadi kalau kamu sering melakukannya, belum tentu itu pertanda buruk, bisa jadi tubuhmu sedang berusaha membantu.

(anm/fef) Add as a preferred
source on Google