7 Faktor Ini Bisa Memicu Gerakan Aneh Seperti Sindrom Tourette
4. Stres dan kecemasan bisa membuat tic lebih sering muncul
Kalau bicara soal yang membuat gejala Tourette lebih terlihat dalam keseharian, stres adalah salah satu faktor yang paling sering disebut. Mengutip dari National Health Service (NHS), tic bisa dipicu oleh stres, dan berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keparahan tic sering meningkat saat seseorang menghadapi tekanan emosional.
Artinya, stres bukan penyebab Tourette dari nol, tetapi bisa menjadi pemicu utama yang membuat tic mendadak lebih sering, lebih kuat, atau lebih sulit dikendalikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5. Kurang tidur dan kelelahan
Selain stres, kelelahan juga sering jadi pemicu, kondisi tubuh yang lelah bisa membuat tic lebih mudah muncul. Anak dengan Tourette cenderung memiliki pola tidur yang kurang teratur, dan hal ini bisa berkaitan dengan gejala yang lebih berat.
Tidur yang berantakan, kurang istirahat, atau kelelahan berkepanjangan bisa membuat tubuh dan otak lebih sensitif, sehingga tic menjadi lebih jelas.
6. Screen time berlebihan, terutama jika mengganggu tidur
Kebiasaan sehari-hari seperti terlalu lama menatap layar juga mulai ikut dibahas. Studi dari Pediactric Neurology menemukan bahwa pada anak dengan Tourette, screen time dua jam atau lebih per hari berkaitan dengan kemungkinan lebih tinggi mengalami jadwal tidur yang buruk.
Layar bukan penyebab Tourette, akan tetapi jika waktu layar berlebihan membuat tidur terganggu, maka gejala tic juga bisa ikut lebih sering muncul.
7. Emosi yang terlalu intens
Bukan hanya emosi negatif seperti stres atau cemas, emosi yang terlalu intens secara umum juga bisa memicu tic. NHS juga menyebut excitement atau perasaan terlalu bersemangat juga dapat membuat tic lebih terlihat.
Karena itu, pada sebagian orang dengan Tourette, tic bisa lebih sering muncul saat berada di situasi ramai, menegangkan, sangat emosional, atau terlalu merangsang.
Jadi, pemicunya tidak selalu kesedihan atau tekanan, tapi juga kondisi saat tubuh dan pikiran sedang terlalu penuh.
Bukan satu penyebab, melainkan kombinasi banyak faktor
Dari berbagai penelitian tersebut, satu hal yang paling konsisten adalah sindrom Tourette tidak bisa dijelaskan oleh satu penyebab tunggal.
Sebaliknya, kondisi ini dipahami sebagai hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari:
- genetik,
- fungsi dan perkembangan otak,
- kondisi selama kehamilan,
- paparan awal kehidupan,
- pemicu sehari-hari seperti stres, kurang tidur, dan kelelahan.
Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat Tourette sebagai kondisi yang kompleks, bukan akibat satu hal tertentu.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

