Kesepian Jangan Dibiarkan, Bisa Berdampak ke Jantung
Kesepian dipahami sebagai urusan perasaan sunyi, hampa, atau sekadar tidak punya teman berbagi cerita. Tapi siapa sangka, dampaknya bisa melampaui emosi dan masuk ke ranah kesehatan fisik.
Dalam beberapa tahun terakhir, kesepian dan isolasi sosial mulai dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit jantung.
Sekilas mungkin terdengar berlebihan. Akan tetapi, dari sudut pandang medis, hubungan ini bukan sekadar asumsi, melainkan temuan yang cukup konsisten dalam berbagai penelitian.
Mengutip studi dari American Heart Association (AHA), kesepian dan isolasi sosial memang berkaitan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan kematian akibat stroke.
Penelitian lain berjudul Loneliness Status Transitions and Risk of Cardiovascular Disease Among Middle-aged and Adults juga menyebut kesepian sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.
Kenapa kesepian bisa berdampak ke jantung?
Para peneliti memang tidak menyebutkan satu penyebab tunggal, tetapi ada beberapa mekanisme yang diduga berperan. Kesepian bisa memicu:
- stres kronis;
- peradangan dalam tubuh;
- gangguan tidur;
- tekanan darah yang lebih tinggi;
- kebiasaan hidup yang kurang sehat.
Sementara itu, data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan bahwa hubungan sosial yang baik membantu seseorang mengelola stres dan menjaga pola hidup sehat, dua hal yang sangat berpengaruh pada kesehatan jantung.
Salah satu tantangan dari kesepian adalah dampaknya yang tidak selalu terlihat. Berbeda dengan gejala fisik yang jelas, kesepian bisa berlangsung lama tanpa disadari, tetapi perlahan memengaruhi kondisi tubuh. Apalagi, orang yang merasa kesepian juga cenderung kurang aktif bergerak, memiliki pola tidur yang tidak teratur, atau kurang menjaga pola makan.
Semua faktor ini secara tidak langsung berkontribusi pada risiko penyakit jantung.
Merasa sendiri sesekali adalah hal yang wajar. Perlu diperhatikan apabila berlangsung terus-menerus, kesepian bisa menjadi faktor risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Menjaga hubungan sosial, baik dengan keluarga, teman, atau komunitas, bukan hanya penting untuk kesehatan mental, tetapi juga untuk kesehatan fisik.
(anm/asr)