Studi Temukan Kontak Kulit dengan Bayi Bisa Cegah Depresi Postpartum
Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi telah diketahui memiliki banyak manfaat. Bagi bayi, kontak bisa mengatur suhu kulit dan menurunkan stres. Sementara bagi ibu, kontak bisa memperlancar proses menyusui.
Namun, studi teranyar yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatric Research menemukan manfaat lain. Kontak kulit ke kulit disebut bisa menurunkan risiko depresi pada ibu, yang pada akhirnya mencegah terjadinya post-partum depression (PPD).
Lihat Juga : |
"Studi ini menambah semakin banyak bukti bahwa kontak kulit ke kulit diketahui bermanfaat untuk menyusui, pengaturan suhu, ikatan batin, serta mungkin juga berkontribusi pada penurunan risiko PPD," ujar salah seorang penulis studi dari Pediatrix Medical Group Brandi Fields, melansir Parents.
Studi mencatat, ibu yang melahirkan bayi prematur memperoleh manfaat yang lebih signifikan. Orang tua dengan bayi prematur berisiko lebih tinggi mengalami PPD.
Saat ibu melakukan kontak kulit dengan bayi, serangkaian peristiwa ilmiah terjadi. Sebagian besar di antaranya berkaitan dengan pelepasan hormon oksitosin.
"Oksitosin meningkatkan perasaan tenang, rileks, dan terhubung dengan bayi. Mengurangi pelepasan kortisol, hormon stres pada ibu dan bayi," jelas Fields.
Perasaan takut dan cemas, lanjut Fields, akan terganti oleh rasa percaya diri dan damai.
Secara mental dan emosional, kontak kulit memang bisa berdampak pada kondisi seseorang. Dalam konteks ibu baru melahirkan, kontak seperti ini menciptakan momen bagi ibu dan bayi.
"Bagi banyak ibu baru, terutama mereka yang mengalami PPD, momen-momen ini dapat membantu menggeser pikiran negatif," ujar psikolog Kait Towner.
Momen-momen kebersamaan dan koneksi yang berulang, lanjut Towner, dapat membangun kepercayaan diri bagi orang tua baru dan memperkuat hubungannya dengan si kecil. Kesemuanya dapat membantu menurunkan risiko PPD.
Cara melakukan kontak kulit dengan bayi
Praktik kontak kulit ke kulit umumnya terjadi saat menyusui. Namun, kontak kulit juga bisa terjadi meski itu sedang tidak menyusui.
Ibu bisa melakukannya saat sedang memberi susu formula dalam botol pada bayi. Sandarkan tubuh bayi pada dada ibu yang telajang dengan selimut yang menutupi keduanya.
Orang tua juga dianjurkan dalam kondisi terjaga, duduk tegak, dan dapat memantau wajah serta pernapasan bayi.
Selain saat menyusui atau memberikan susu formula, Anda juga bisa melakukannya saat bayi tertidur atau perlu ditenangkan.
Para psikolog menyarankan orang tua untuk menjadikan praktik ini sebagian bagian dari rutinitas harian. Melakukan kontak kulit ke kulit di pagi hari adalah cara yang paling menyenangkan untuk memulai hari bagi orang tua dan anak.
(asr)