Dokter Jelaskan soal Gejala Gagal Ginjal di Wajah
Sempat viral di media sosial cerita soal wanita di Bekasi yang didiagnosis gagal ginjal stadium 5. Pada kasus ini, gejala gagal ginjal terlihat di wajah.
Sema (31) mengaku tak sempat menyadarinya hingga diagnosis didapat pada akhir 2024 lalu. Wajah bengkak yang dialami Sema ternyata merupakan edema atau penumpukan cairan.
Lihat Juga : |
"Jujur enggak ada gejala yang aku rasain di tujuh bulan terakhir itu. Muka aku, ya, bengep gitu," ujar Sema, melansir detikhealth.
Mulanya, Sema mengira dirinya hanya kelelahan. Namun, menurut dokter penyakit dalam yang memeriksanya, bentuk wajahnya terlihat seperti wajah orang yang terkena gagal ginjal akibat edema.
Gejala gagal ginjal di wajah
Wajah memang bisa membengkak karena gagal ginjal. Namun, dokter spesialis penyakit dalam Tunggul Situmorang menyebut, wajah yang membengkak tak bakal muncul di tahap awal.
Menurut Tunggul, mayoritas pasien juga tak merasakan gejala apapun sampai fungsi ginjalnya telah menurun hingga di bawah 15 persen.
Pada kasus gagal ginjal, wajah bisa membengkak akibat edema atau penumpukan cairan. Menukil Mayo Clinic, edema sendiri terjadi saat pembuluh darah kecil mengalami kebocoran ringan. Akibatnya, cairan menumpuk di jaringan di sekitarnya hingga menyebabkan pembengkakan.
Penyakit ginjal sendiri dapat memicu penumpukan cairan dalam darah. Edema yang terkait dengan penyakit ginjal umumnya terjadi di kaki dan sekitar mata.
Beda wajah bengkak khas gagal ginjal dengan kondisi biasa, menurut Tunggul, bisa dilihat dari keluhan lain yang muncul bersamaan.
"Kalau yang namanya gagal ginjal akhir itu tahap lima, di mana fungsi ginjalnya sudah kurang dari 15 persen. Tanda dan gejalanya itu sampai tahap lima belum tentu ada. Tapi, apakah bengkak di kelopak mata menjadi tanda? Kayaknya tidak, tapi bahwa mukanya bisa sembap itu pada tahap akhir ya," ujar Tunggul, Jumat (22/5).
Tunggul mengingatkan, penyakit ginjal termasuk salah satu silent killer. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif.
Saat pasien sudah masuk ke tahap lanjut, maka tubuh tak bisa lagi menyesuaikan.
Gagal ginjal sendiri umumnya dibarengi dengan sejumlah gejala, seperti urine berbusa atau berdarah, sering buang air kecil di malam hari, hingga kelelahan ekstrem.
(asr)