5 Efek Setelah Donor Darah terhadap Tubuh dan Cara Mengatasinya
Donor darah merupakan kegiatan yang aman dan bermanfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Namun, seperti prosedur medis lainnya, terdapat efek setelah donor darah terhadap tubuh yang perlu diketahui.
Secara umum, donor darah merupakan prosedur aman bagi orang yang sehat. Akan tetapi, beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping ringan setelah prosedur ini dilakukan.
Kabar baiknya, sebagian besar efek samping ini bersifat sementara dan dapat diatasi dengan mudah. Oleh karena itu tak perlu khawatir atau takut ketika akan berdonor darah.
Efek setelah donor darah dan cara mengatasinya
Dengan mengetahui efek dari donor darah, kamu jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut ini beberapa efek setelah donor darah yang umum dialami orang-orang dan cara mengatasinya:
1. Pusing atau kepala terasa ringan
Mengutip NIH Clinical Center, efek samping yang paling sering dialami pendonor adalah pusing, lemas, atau kepala terasa ringan setelah donor darah. Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan sejumlah cairan dan volume darah dalam waktu singkat.
Gejala yang mungkin muncul, antara lain kepala terasa melayang, pandangan berkunang-kunang, tubuh lemas, mual ringan, hingga keringat dingin
Cara mengatasinya:
- Segera duduk atau berbaring jika mulai merasa pusing.
- Angkat kaki sedikit lebih tinggi dari posisi kepala.
- Minum banyak air putih.
- Konsumsi makanan atau camilan yang diberikan setelah donor darah.
- Istirahat selama 15-20 menit sebelum melanjutkan aktivitas.
Jika pusing tidak membaik setelah 30 menit atau semakin parah, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
2. Pingsan
Pada beberapa kasus, pusing yang berat dapat menyebabkan seseorang pingsan. Meski jarang terjadi, kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa cemas, kurang makan sebelum donor, atau kurang minum.
Cara mengatasinya:
- Berbaring hingga kondisi membaik.
- Longgarkan pakaian yang terlalu ketat.
- Minum air putih setelah sadar sepenuhnya.
- Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah donor.
Untuk mencegah pingsan, pastikan kamu sudah makan cukup dan minum sekitar 500 ml air sebelum melakukan donor darah.
3. Memar di area bekas suntikan
Situs Lifeblood juga menuliskan memar atau lebam pada lengan merupakan efek samping yang cukup umum. Hal ini terjadi karena sedikit darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di bawah kulit saat atau setelah proses donor.
Ciri-cirinya, kulit berbuah menjadi warna menjadi kebiruan atau keunguan, nyeri ringan di sekitar bekas jarum, hingga pembengkakan kecil. Biasanya, memar akan hilang dalam beberapa hari hingga dua minggu.
Cara mengatasinya:
- Tempelkan kompres dingin selama 15-20 menit beberapa kali pada hari pertama.
- Setelah satu hari, gunakan kompres hangat untuk membantu mempercepat penyembuhan.
- Hindari mengangkat beban berat dengan lengan yang digunakan untuk donor.