Sering Diucapkan Ortu, 10 Kalimat Ini Ternyata Bisa Lukai Hati Anak
Orang tua sering kali tidak sadar ada sejumlah perkataan yang ternyata memengaruhi perasaan anak. Meski orang tua menganggapnya tidak masalah, ternyata ada sejumlah kalimat yang sering diucapkan orang tua, tetapi malah melukai hati anak.
Anak-anak cenderung mengingat perkataan orang tuanya. Jika Anda sebagai orang tua tidak hati-hati dalam berbicara, perkataan Anda bisa berdampak buruk terhadap kepercayaan diri dan kestabilan emosi anak.
Lihat Juga : |
Kalimat yang sering diucapkan orang tua tetapi melukai anak
Berikut ini sejumlah kalimat yang sering diucapkan orang tua, tetapi tanpa disadari melukai hati anak:
1. "Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu/adikmu?"
Terkadang orang tua tanpa sadar sering membandingkan anak-anaknya dan perasaan ini bisa tersurat di depan anak ketika sedang kesal.
Menurut Psychology Today, membanding-bandingkan antara kakak dan adik bisa menumbuhkan rasa iri dan persaingan tidak sehat antara saudara kandung.
2. "Coba lihat temanmu penurut sekali, kok kamu tidak bisa?"
Selain membandingkan antarsaudara, membandingkan anak dengan anak lain juga bisa memberi efek negatif yang sama. Hal ini dapat merusak harga diri anak dan persaingan yang tak sehat pula.
3. "Ayah/Ibu pikir nilaimu akan lebih baik dari ini."
Kalimat yang mengungkapkan kekecewaan, tetapi tak ada dukungan apa pun, bisa melukai hati anak.
Memiliki harapan yang tinggi pada anak itu merupakan hal wajar. Namun mengungkapkan kekecewaan tanpa memberikan semangat, bisa membuat anak merasa tak mampu dan menimbulkan kecemasan.
4. "Ayah/Ibu sudah berkorban banyak untuk kamu, tetapi kamu kok seperti itu?"
Orang tua memang banyak berkorban untuk membesarkan anak. Namun terlahir ke dunia bukanlah pilihan anak, jadi jangan salahkan mereka ketika Anda tak puas dengan hidup. Mengucapkan kalimat ini bisa membuat anak jadi lebih tertutup.
5. "Awas, lho, kalau Ayah/Ibu meninggal, kamu baru tahu rasa."
Kalimat ini kadang terucap ketika anak melakukan suatu kenakalan atau membantah. Cara ini justru membuat anak merasa bersalah dan membuat mereka merasa tak mampu melakukan apa pun.
6. "Kok, kamu tambah gendut?"
Melakukan body shaming, baik itu karena anak terlalu gemuk atau kurus, bisa sangat melukai harga diri anak. Jika sering diucapkan, ini dapat menyebabkan masalah pada perspektif anak soal citra tubuh.
7. "Ini gampang, kok. Masa kamu tidak paham?"
Perkalian atau pembagian sederhana mungkin mudah bagi Anda, tetapi jangan meremehkan anak karena tak mengerti. Mengatakan kalimat ini bisa merusak kepercayaan diri dan menurunkan motivasi untuk mencari jawaban tepat.
8. "Percuma, menangis tidak akan mengubah apa pun."
Sama seperti orang dewasa, anak-anak menangis karena kesal dan emosional. Menafikan perasaan anak dengan menyuruhnya berhenti menangis, bisa membuat mereka meredam perasaannya dan ini tidak baik dalam jangka panjang.
9. "Kamu selalu bikin malu Ayah/Ibu saja."
Saat anak berlaku tidak sopan di ruang publik, orang tua biasanya melontarkan kalimat ini. Mengutip Times of India, kalimat ini bisa membuat anak merasa dipermalukan di depan umum dan seiring waktu membuat mereka mengaitkan kesalahan dengan rasa takut dihakimi.
10. "Semua orang jadi tidak bahagia gara-gara kamu."
Saat orang tua sedang kecewa, terkadang tak sadar melontarkan kalimat ini. Hati-hati, perkataan ini bisa memengaruhi perkembangan emosional anak.
Jika berulang kali mendengarkan ucapan ini, anak akan merasa diperas secara emosional dan mulai menganggap diri sebagai beban.
Itu dia beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua, tetapi tanpa disadari melukai hati anak. Jadi, bagi para Ayah dan Ibu, sebaiknya pilih kata-kata dengan cermat sebelum disampaikan kepada anak.
(rti)