Cerita Oma Kiyowo Berjualan Charm demi Tetap Aktif di Usia Senja

Angela Merici Keraf | CNN Indonesia
Sabtu, 27 Jun 2026 18:15 WIB
Dengan usia yang tak lagi muda, Grace tak ingin hidupnya berhenti karena tubuhnya punya batas.
Dengan usia yang tak lagi muda, Grace tak ingin hidupnya berhenti karena tubuhnya punya batas. (Arsip Istimewa)

Pembeli yang jadi teman bercerita

Kesibukan berjualan membuat Grace tidak punya banyak waktu untuk bersosialisasi di luar rumah. Di rumah, ada banyak hal yang harus dibantu dan dikerjakan.

"Waktunya benar-benar enggak ada, karena oma sama anak harus bantu suami juga," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, live jualan membuka ruang sosial baru baginya. Lewat layar ponsel, ia tetap bisa bertemu orang, berbicara, menjawab pertanyaan, dan mendengar cerita para pembelinya.

Sebagian pembeli bahkan datang bukan hanya untuk membeli barang. Ada yang bercerita sedang sakit, akan menjalani ujian, atau meminta didoakan.

"Rasanya senang sekali. Masih bisa berkomunikasi, bisa bantu kasih masukan, bisa bantu doain," ujarnya.

Dari situ, jualan tidak lagi hanya soal transaksi. Ada perjumpaan kecil yang membuat Grace merasa tetap terhubung dengan orang lain.

Komentar tidak menyenangkan juga seringkali ia terima. Ada orang yang mengejek atau berkata buruk kepadanya saat berjualan. Tapi Grace memilih tidak menyimpan benci, selama masih bisa memberi nasihat, ia ingin melakukannya.

"Kalau ada yang ngatain apa pun, oma enggak benci. Kalau masih bisa kasih masukan, kasih nasihat, ya oma kasih," katanya.

Grace bahkan membayangkan orang-orang yang pernah berkata buruk itu sebagai anak-anak yang suatu hari bisa berubah, berhasil, dan membanggakan orang tuanya.

"Kalau satu waktu oma tahu dia sukses, berhasil, bisa jadi kebanggaan orang tuanya, rasanya bahagia luar biasa," ujarnya.

Lansia tetap bisa berkarya

Sejumlah lansia mengikuti Open Top Tour Transjakarta yang melintasi kawasan Thamrin hingga Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026). (CNN Indonesia/Febria Adha L.)Ilustrasi lansia. (CNN Indonesia/Febria Adha L.)

Di mata Grace, masa lanjut usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Ia justru merasa tubuh harus terus dipakai agar tidak cepat melemah. 

Diam terlalu lama, baginya hanya akan membuat tubuh dan pikiran semakin cepat menurun.

"Selama masih bisa berdiri di atas kaki, jangan mau malas-malasan. Ayo kerja. Karena itu bermanfaat untuk diri kita sendiri," katanya.

Ia percaya, kegiatan kecil sekalipun bisa membantu lansia tetap aktif. Tidak harus selalu berjualan. Yang penting, tubuh bergerak, pikiran tetap dilatih, dan hari-hari tidak hanya dihabiskan dengan duduk diam.

"Ayo untuk bapak-bapak, ibu-ibu, semua oma-oma, opa-opa yang sudah lansia, tetap bergerak terus. Jangan duduk diam," ajaknya.

Grace juga mengingatkan betapa pentingnya menjaga kesehatan. Baginya, kesehatan adalah hal yang sangat mahal, terutama ketika usia tidak lagi muda.

"Selama kita masih ada tenaga, ada kekuatan, tetap yuk kita berkarya aja terus. Terutama jaga kesehatannya," pungkasnya.

Di masa lanjut usia, Grace tidak ingin hidupnya berhenti di kursi atau layar televisi. Selama masih diberi tenaga, ia ingin terus bekerja, berkarya, dan menjadi berguna.

(asr/asr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2