Pesawat Maskapainya Rusak 3 Kali di Bandara, Israel Curiga Sana-sini

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 20:00 WIB
Ilustrasi pesawat Israir, Maskapai Israel. (AFP/GIL COHEN-MAGEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden kerusakan pesawat di area bandara sejatinya merupakan hal yang dapat terjadi dalam kompleksitas operasional penerbangan. Namun, rentetan kerusakan yang menimpa armada milik maskapai Israel, Israir, di bandara yang sama.

Melansir One Mile at A Time, sejumlah kejadian rusaknya pesawat tersebut memicu kecurigaan kuat adanya unsur kecurangan atau sabotase atau foul play.

Otoritas penerbangan Israel kini tengah mendalami dugaan tindakan jahat bermotif politis atas insiden terbaru yang terjadi di Bandara London Luton (LTN), Inggris.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (17/7/2026) dini hari. Pesawat Israir dengan nomor penerbangan 6H116 rute London Luton menuju Tel Aviv (TLV) yang dioperasikan oleh Airbus A320 berseri YR-ADC dijadwalkan lepas landas menuju Israel.

Namun, sebelum lepas landas, pesawat tersebut mengalami kerusakan akibat benturan dengan kendaraan penarik (tug) saat proses pushback. Akibatnya, para penumpang tertahan di dalam kabin dalam waktu yang cukup lama.

Sejumlah penumpang bahkan dilaporkan membutuhkan bantuan medis akibat matinya sistem pendingin udara (AC). Mereka tertahan selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya diinformasikan bahwa penerbangan dibatalkan.

Insiden ini menjadi perhatian serius lantaran menjadi kasus ketiga yang menimpa armada Israir di Bandara London Luton dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Pihak otoritas Israel menduga bahwa kerusakan tersebut sengaja dilakukan secara sengaja dengan "motif nasionalis". Pemerintah Israel pun mendesak otoritas terkait di Inggris untuk menggelar penyelidikan menyeluruh guna memastikan dugaan tersebut.

Manajemen Israir melemparkan kritik tajam kepada pengelola bandara setempat atas berulangnya insiden ini. "Sepengetahuan kami, tidak ada investigasi yang dilakukan secara tertib oleh manajemen bandara terkait rangkaian insiden ini," tuding pihak Israir dalam keterangannya.

Pasca-pembatalan penerbangan, sebagian penumpang dialihkan ke hotel terdekat, sementara sebagian lainnya diatur ulang ke penerbangan lain. Bagi penumpang yang menjalankan tradisi Sabat, mereka umumnya memilih bertahan di London sepanjang akhir pekan mengingat penerbangan tersebut berlangsung pada Jumat (17/7) pagi waktu setempat.

Kesalahan teknis dalam operasional bandara memang bisa terjadi kapan saja. Kendati demikian, jika sebuah maskapai hanya mengoperasikan lima penerbangan per minggu ke suatu bandara dan mengalami tiga kali kerusakan armada dalam setahun, persentase kemungkinan kejadian tersebut bisa dianggap tak wajar.

Meski demikian, rincian kerusakan pada dua insiden sebelumnya belum diungkapkan secara detail ke publik. Kerusakan pada insiden terbaru ini juga diperkirakan tidak terlalu parah, mengingat pesawat tersebut sudah dapat kembali mengudara dalam waktu kurang dari 24 jam, terbang pada pukul 18.38 waktu setempat di hari yang sama dari jadwal semula pukul 01.15 dini hari.

Apakah insiden berulang ini murni akibat kelalaian operasional atau terdapat unsur sabotase sengaja, hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari otoritas penerbangan Inggris.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK