Jamur Bisa Jadi Fesyen, Ilmuwan Temukan Cara Bikin Baju Biodegradable

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 19:15 WIB
Para ilmuwan membuat terobosan di dunia fesyen dengan membuat kain berbahan jamur Cordyceps yang biodegradable, bisa membersihkan diri, hingga beregenerasi. (Courtesy of Ke Li et al.)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kalau kamu pernah main gim atau nonton serial The Last of Us, pasti sudah tidak asing dengan jamur Cordyceps militaris. Dalam serial 2023 tersebut, Cordyceps disebut sebagai penyebab wabah zombie.

Namun di dunia nyata, jamur ini tak berbahaya bagi manusia. Bahkan pada perkembangan terakhir, sejumlah peneliti dari China mampu mengubah jamur parasit pada ulat tersebut menjadi gaun cantik yang biodegradable.

Gaun dari jamur Cordyceps

Menjawab tantangan fast fashion dan berton-ton limbahnya yang sulit untuk didaur ulang, para peneliti ini mengembangkan cara untuk membuat pakaian dan tekstil dari Cordyceps yang biodegradable.

Tak hanya itu, gaun berbahan jamur ini dapat membersihkan diri sendiri dan beregenerasi. Kainnya juga bisa dikustomisasi, misalnya menambahkan warna atau melindungi pemakainya dari sinar ultraviolet dengan bantuan mikroorganisme lain.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Shenzhen Institutes of Advanced Technology (SIAT) yang bereksperimen membuat engineered living materials (ELM) menggunakan jamur Cordyceps.

Adapun jamur ulat ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional China dan bisa membentuk struktur seperti benang.

Soal sifat kain dari jamur ini yang biodegradable, penilaian lingkungan mengonfirmasi bahwa material tersebut bisa terdegradasi dalam waktu 41 hari. Ini menjadi sinyal baik untuk mendukung circular fashion atau pakaian yang dirancang untuk digunakan kembali atau didaur ulang.

Ke Li, penulis utama dalam studi ini yang dipublikasi di jurnal Science Advances pada Juli 2026, menggambarkan kain dari jamur ini memiliki signifikansi melampaui produk gaun yang dibuat oleh para peneliti.

"Konsep yang lebih luas dapat meluas melampaui pakaian di mana pun struktur yang dapat terurai secara hayati dengan fungsi biologis yang dapat diprogram secara lokal bermanfaat," kata Li, seperti dilansir South China Morning Post pada Senin (27/7).

Cara pembuatan kain dari jamur

Li menjelaskan, jamur Cordyceps dapat membentuk jaringan serat mikroskopis secara alami yang disebut hifa. Para peneliti pun membudidayakan jamur untuk dibuat jadi pelet kecil.

Pelet-pelet tersebut kemudian disusun untuk membentuk lembaran kontinu dan fleksibel. Gliserol lalu ditambahkan untuk membuat lembaran ini jadi lebih fleksibel. Kain yang sudah jadi ini dapat merespons lingkungan dan memperbaiki diri sendiri.

"Tekstil hidup bukan berarti gaun tersebut terus tumbuh selama penggunaan normal," ucap Li. Dalam kondisi kering dengan paparan nutrisi terbatas, aktivitas biologis material dapat terhenti.

Selain bisa memperbaiki diri, serat-serat kain ini juga tahan air secara alami. Jadi, bisa mengurangi kebutuhan akan lapisan kimia sintetis.

Namun Li sendiri mengakui, material dari jamur Cordyceps ini tak bisa langsung menggantikan kain katun atau poliester yang dipakai sehari-hari.

Namun ketimbang dipakai untuk membuat pakaian tahan lama, material ini bisa dipakai untuk membuat produk fesyen jangka pendek, misalnya untuk kebutuhan pameran, instalasi seni, hingga kemasan yang bisa terurai secara hayati.

Agar produk ini layak dijual komersial, para peneliti perlu menemukan cara untuk membuat proses manufaktur lebih hemat biaya. Li juga mengatakan timnya mencari cara untuk mengurangi penambahan mikroba, sehingga jamur dapat menciptakan molekul fungsional, seperti pigmen.

Jika produk fesyen dengan material ini sudah mulai dikomersilkan, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

(rti)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK