Lakukan 7 Kebiasaan Cegah Pikun Ini Kalau Mau Otak Tetap Tajam

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Ada banyak kebiasaan cegah pikun yang bisa Anda bangun mulai sekarang. Berbagai kebiasaan sederhana ini membuat otak Anda selalu aktif. (Getty Images/eyesfoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pikun sering dianggap sebagai bagian wajar dari bertambahnya usia, padahal ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu cegah pikun pada seseorang.

Memang, belum ada cara pasti untuk mencegah pikun atau demensia, tetapi kebiasaan sehari-hari terbukti berperan besar dalam menjaga kesehatan otak.

Oleh karena itu, penting untuk membangun rutinitas yang mendukung otak agar tetap tajam lebih lama. Berikut ini beberapa kebiasaan cegah pikun yang bisa mulai Anda terapkan sejak sekarang.

1. Rutin bergerak setiap hari

Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Menurut Mayo Clinic, aliran darah yang baik berperan penting dalam menjaga daya ingat dan fokus.

Anda tidak harus melakukan olahraga berat. Jalan cepat, bersepeda, atau naik turun tangga sudah sangat membantu. Idealnya, lakukan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu.

2. Tetap melatih otak

Tak cuma tubuh, otak juga perlu 'latihan' agar tetap aktif dan responsif. Kegiatan seperti mengisi teka-teki silang, membaca, bermain gim strategi, atau mempelajari keterampilan baru dapat merangsang kerja otak.

Makin sering otak diajak berpikir, makin baik pula kemampuan kognitifnya. Ini menjadi salah satu kebiasaan cegah pikun yang sangat mudah dilakukan.

3. Konsumsi makanan yang baik untuk otak

Pola makan sehat sangat berpengaruh pada fungsi otak. Jadi, perbanyak buah, sayur, biji-bijian utuh, dan sumber protein rendah lemak seperti ikan, kacang-kacangan, serta ayam tanpa kulit.

Berbagai makanan tersebut membantu mendukung kesehatan pembuluh darah dan kerja saraf. Hindari konsumsi alkohol berlebihan karena dapat memicu kebingungan dan gangguan memori.

4. Tidur yang cukup

Ilustrasi. Tidur yang cukup merupakan kebiasaan cegah pikun yang sering terlupakan. (iStockphoto/marchmeena29)

Menurut Harvard Health Publishing, tidur bukan sekadar waktu istirahat, tetapi momen penting bagi otak untuk memproses informasi dan menyimpan memori. Kurang tidur secara terus-menerus dapat menurunkan kemampuan berpikir dan konsentrasi.

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7-8 jam tidur per malam. Jika kualitas tidur buruk, cobalah atur jadwal tidur yang konsisten dan kurangi penggunaan gawai sebelum tidur.

5. Jaga hubungan sosial

Berinteraksi dengan keluarga, teman, atau komunitas dapat membantu menjaga fungsi otak tetap aktif. Percakapan, tawa, dan aktivitas sosial melibatkan perhatian, ingatan, serta kemampuan berpikir.

Orang dengan hubungan sosial yang kuat cenderung mengalami penurunan kognitif lebih lambat. Jadi, jangan ragu untuk lebih sering bersosialisasi, ikut kegiatan komunitas, atau sekadar mengobrol rutin dengan orang terdekat.

6. Luangkan waktu bersama hewan peliharaan

Ilustrasi. Bermain dengan hewan peliharaan merupakan salah satu kebisaan cegah pikun yang efektif. (iStock/Evrymmnt)

Merawat hewan peliharaan tak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan otak. Mengutip Cleveland Clinic, aktivitas seperti memberi makan, mengajak jalan, atau bermain bersama membantu Anda tetap aktif dan terlibat secara emosional.

Kehadiran hewan peliharaan juga dapat menurunkan stres dan membuat rutinitas harian lebih teratur. Semua itu mendukung fungsi kognitif secara tidak langsung.

7. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Dehidrasi ringan sekalipun bisa memengaruhi kemampuan otak bekerja optimal. Air dibutuhkan untuk membantu aliran darah membawa oksigen dan nutrisi ke otak serta membuang sisa metabolisme.

Biasakan minum cukup sepanjang hari, bukan hanya saat haus. Simpan botol minum di dekat Anda agar lebih mudah ingat untuk rutin minum air.

Jadi, menjaga otak tetap tajam tidak harus rumit. Dengan menerapkan tujuh kebiasaan cegah pikun di atas secara konsisten, Anda bisa membantu menjaga memori, fokus, dan kesehatan mental dalam jangka panjang.

(rti)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK