5 Kebiasaan Sejak Kecil agar Anak Tak Gampang Sakit

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 11:15 WIB
Ilustrasi. Anak masuk sekolah kadang bikin orang tua was-was anak gampang sakit. Namun kebiasaan berikut mampu membuat anak lebih sehat dan kuat. (Getty Images/CG Tan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sulit sekali untuk benar-benar menjauhkan anak dari penyakit apalagi saat ia sudah masuk sekolah. Namun orang tua dapat menanamkan kebiasaan sejak kecil agar anak tak gampang sakit.

Ketika mulai bersekolah dan bertemu banyak orang setiap hari, paparan terhadap berbagai kuman dan virus menjadi bagian dari keseharian. Anak bisa kerap batuk, demam, dan gejala penyakit lain.

Demi anak tidak gampang sakit, orang tua mengupayakan banyak hal mulai dari suplemen makanan, bekal makan yang benar-benar diperhatikan gizinya, juga menganjurkan anak mengenakan masker selama di sekolah. 

Kebiasaan sejak kecil agar anak tidak gampang sakit

Sebenarnya, orang tua hanya perlu membantu anak membangun kebiasaan yang mendukung kesehatannya sejak dini. 

Caranya bukan dengan membuat anak hidup serba steril, melainkan dengan membentuk rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. Apa saja?

1. Biasakan cuci tangan dengan sabun

Mencuci tangan mungkin terdengar sepele, tetapi kebiasaan ini memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat dalam membantu mengurangi penyebaran infeksi.

Melansir dari studi yang diterbitkan di BMJ Journal, di sekolah dan fasilitas pendidikan anak ditemukan bahwa intervensi yang memasukkan kebiasaan mencuci tangan dapat membantu mengurangi ketidakhadiran anak, infeksi saluran pernapasan, serta gejala infeksi saluran pernapasan dan pencernaan.

Orang tua bisa mulai membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain atau menyentuh sesuatu yang kotor.

Kebiasaan ini juga sebaiknya tidak berhenti pada instruksi cuci tangan. Anak perlu dibiasakan melakukannya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Misalnya, begitu sampai rumah setelah bermain di luar, langsung mencuci tangan sebelum menyentuh makanan atau wajah.

2. Punya jadwal tidur yang cukup dan teratur

Tidur bukan sekadar waktu bagi anak untuk beristirahat. Kualitas dan durasi tidur juga berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan anak. Orang tua tidak hanya berfokus pada "berapa jam anak tidur", tetapi juga membangun jadwal tidur yang konsisten.

Kebiasaan seperti tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, mengurangi aktivitas yang terlalu merangsang menjelang tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman bisa membantu membentuk rutinitas tersebut.

3. Biasakan makan beragam, bukan sekadar kenyang

Ilustrasi. Anak perlu dibiasakan makan makanan dengan gizi seimbang dan tidak asal kenyang. (Kinan)

Anak yang sudah kenyang belum tentu mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan tubuhnya. WHO menekankan bahwa pola makan sehat pada anak perlu memenuhi prinsip cukup, seimbang, beragam, dan moderat. Kebiasaan makan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak juga dapat terbawa hingga usia dewasa.

Dalam satu hari, contohnya, anak dapat dikenalkan dengan sayuran, buah, sumber protein, makanan pokok atau biji-bijian, serta sumber lemak sehat dalam jumlah yang sesuai.

Anak juga tidak harus langsung menyukai semua makanan yang diperkenalkan. Yang penting, mereka memiliki kesempatan untuk mengenal dan mencoba beragam makanan secara berulang.

4. Biasakan anak aktif bergerak setiap hari

Anak memang tidak harus selalu mengikuti olahraga formal untuk disebut aktif. Bermain kejar-kejaran, bersepeda, berjalan kaki, bermain bola, menari, atau sekadar bermain di luar rumah juga bisa menjadi bagian dari aktivitas fisik.

Aktivitas fisik, perilaku sedenter, dan tidur sebagai bagian dari pola 24 jam yang saling berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan anak.

Sehingga orang tua perlu memperhatikan berapa banyak waktu yang dihabiskan anak dalam kondisi pasif, termasuk duduk terlalu lama atau menggunakan perangkat dengan layar.

5. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal

Dari berbagai kebiasaan yang bisa dilakukan orang tua, imunisasi menjadi salah satu intervensi kesehatan masyarakat dengan bukti manfaat yang paling kuat.

WHO menyebut imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling berhasil. Vaksin membantu membentuk perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Imunisasi rutin anak mencakup perlindungan terhadap sejumlah penyakit, seperti difteri, pertusis, polio, campak, rubela, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), pneumokokus, rotavirus, dan penyakit lainnya sesuai rekomendasi serta konteks masing-masing negara.

Membiasakan pola hidup sehat bukan berarti anak tidak akan pernah sakit. Anak tetap dapat mengalami batuk, pilek, demam, atau infeksi lain, terutama ketika mulai berinteraksi dengan banyak orang.

Tujuan dari kebiasaan tersebut bukan membuat anak kebal terhadap semua penyakit, melainkan membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terhadap sejumlah masalah kesehatan yang dapat dicegah.

(anm/els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK