Teknologi CGM Bantu Pasien Pantau Gula Darah Lebih Detail
Bagi penyandang diabetes, memantau kadar gula darah bukan hanya soal mengetahui apakah angkanya sedang tinggi atau rendah. Perubahan kadar glukosa sepanjang hari juga penting untuk membantu menentukan pola makan, aktivitas fisik, hingga penyesuaian pengobatan.
Perkembangan teknologi kini memungkinkan pemantauan tersebut dilakukan secara lebih kontinu melalui continuous glucose monitoring (CGM). Berbeda dengan pemeriksaan gula darah yang hanya menunjukkan kadar glukosa pada satu waktu, CGM dapat memberikan gambaran perubahan kadar glukosa dari waktu ke waktu.
Salah satu informasi yang dapat dilihat melalui pemantauan kontinu adalah time in range (TIR), yakni persentase waktu ketika kadar glukosa seseorang berada dalam rentang target yang telah ditentukan. Informasi ini dapat membantu dokter melihat pola kadar gula darah pasien secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, evaluasi kondisi diabetes tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan pada satu titik waktu.
"Pemantauan gula darah merupakan bagian penting dari pengelolaan diabetes. Perkembangan teknologi CGM membuka kesempatan bagi dokter maupun pasien untuk memperoleh gambaran profil glukosa yang lebih komprehensif, termasuk pola perubahan glukosa dan time in range, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik," kata Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Em Yunir dalam keterangan tertulis.
Menurut Yunir, penggunaan teknologi dalam pengelolaan diabetes tetap perlu memperhatikan bukti ilmiah, keamanan, ketepatan penggunaan, serta kebutuhan pasien.
"Pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap didasarkan pada bukti ilmiah, keamanan, ketepatan penggunaan, serta kebutuhan pasien," ujarnya.
Melihat pola gula darah
Pemantauan secara kontinu dapat memberikan informasi yang sebelumnya mungkin sulit terlihat melalui pemeriksaan gula darah secara berkala. Misalnya, pasien dan dokter dapat melihat kecenderungan kadar glukosa meningkat atau menurun pada waktu tertentu.
Data tersebut kemudian dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan diabetes. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik, misalnya, dapat disesuaikan berdasarkan respons kadar glukosa yang terlihat dari hasil pemantauan.
Dokter juga dapat menggunakan laporan CGM untuk membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Meski demikian, teknologi pemantauan gula darah tidak menggantikan peran dokter. Data yang dihasilkan tetap perlu dibaca dan diinterpretasikan dalam konteks kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Perkembangan teknologi pemantauan glukosa ini turut mendorong PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) bersama MicroTech Medical meluncurkan LinX Continuous Glucose Monitoring System (CGM) di Indonesia. Peluncuran tersebut didukung PERKENI dan dihadiri sejumlah pengurus organisasi profesi, guru besar, serta dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolik diabetes.
LinX dirancang untuk memberikan pembacaan glukosa secara berkelanjutan sehingga pengguna dan tenaga kesehatan dapat melihat pola perubahan kadar glukosa serta time in range.
Dalam acara peluncuran yang digelar di Jakarta pada Agustus lalu, Presiden Direktur Etana Nathan Tirtana mengatakan tantangan pengembangan inovasi kesehatan tidak hanya berkaitan dengan menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat diakses oleh lebih banyak pasien.
"Tantangan kita bukan hanya bagaimana menghadirkan inovasi, tetapi juga bagaimana memastikan inovasi tersebut dapat diakses oleh lebih banyak pasien," kata Nathan.
Ia mengatakan akses, ketersediaan, serta dukungan layanan menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi kesehatan. Sementara itu, Sales Manager Asia Pasifik MicroTech Medical Frank Zhao mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan tersebut di kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, kerja sama dengan Etana dan PERKENI akan dilanjutkan melalui kegiatan akademik, pelatihan klinis, edukasi pasien, hingga pengembangan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien di Indonesia.
Peluncuran LinX juga dirangkai dengan sesi ilmiah mengenai pemantauan diabetes. Sejumlah dokter membahas kebutuhan pemantauan glukosa, dampak klinis pemantauan secara real time, pengalaman penggunaan CGM dalam praktik sehari-hari, hingga cara membaca laporan CGM untuk menghasilkan rekomendasi klinis.
Bagi pasien diabetes, semakin banyaknya pilihan teknologi pemantauan diharapkan dapat membantu pengelolaan penyakit secara lebih terukur. Namun, pemilihan dan penggunaan perangkat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien serta dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Etana sendiri menyatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari agenda di bidang penyakit metabolik, termasuk upaya memperkuat produksi lokal dan memperluas akses terapi bagi pasien di Indonesia.
(tis/tis)