Sering Bangun dengan Rahang Pegal? Bisa Jadi Kamu Bruxism
Bangun tidur dengan rahang terasa pegal, kepala sakit, atau gigi tiba-tiba menjadi sensitif? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda seseorang menggemeretakkan atau mengatupkan gigi saat tidur.
Kebiasaan ini dikenal sebagai bruxism. Banyak orang tidak menyadarinya karena terjadi ketika sedang tidur. Biasanya, kondisi tersebut baru diketahui setelah muncul keluhan atau dokter gigi menemukan tanda-tanda kerusakan pada gigi.
Dokter gigi Aditi Desai, presiden British Society of Dental Sleep Medicine, mengatakan bruxism semakin sering ditemui.
Lihat Juga : |
"Ini jelas meningkat. Dan itu tidak mengherankan mengingat kehidupan saat ini bisa sangat penuh tekanan," kata Desai, seperti dikutip dari BBC.
Kenali tanda-tandanya
Bruxism dapat terjadi ketika seseorang terjaga maupun saat tidur. Jika terjadi pada malam hari, seseorang kerap tidak menyadari kebiasaan tersebut. Beberapa tanda bruxism yang bisa muncul antara lain:
• Gigi aus, terkelupas, atau menjadi lebih rata.
• Sakit kepala atau nyeri pada wajah saat bangun tidur.
• Rahang terasa kaku atau pegal.
• Tidur terganggu dan mudah lelah pada siang hari.
• Gigi menjadi lebih sensitif.
• Nyeri di sekitar telinga atau pelipis tanpa adanya infeksi.
Dalam kondisi yang lebih berat, tekanan berulang akibat menggemeretakkan atau mengatupkan gigi bahkan dapat menyebabkan gigi retak atau patah. Dokter gigi Simon Cove mengatakan kerusakan akibat bruxism dapat terlihat melalui pemeriksaan gigi, termasuk menggunakan pemindai tiga dimensi.
"Sering kali orang bahkan tidak sadar mereka melakukannya, tetapi kemudian kami bisa melihat kerusakannya," kata Cove.
Jika gigi sudah mengalami pengikisan parah, penanganannya dapat menjadi lebih rumit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Stres bisa ikut memicu
Stres menjadi salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan bruxism. Psikoterapis Rahi Popat mengatakan semakin banyak kliennya, terutama anak muda, yang menyadari kebiasaan menggemeretakkan gigi muncul atau memburuk ketika mereka sedang menghadapi masa penuh tekanan.
"Mereka sering kali bisa mengaitkannya dengan masa yang sangat penuh tekanan dalam hidup mereka dan menyadari bahwa saat itulah kebiasaan menggemeretakkan gigi mereka meningkat atau bahkan dimulai," kata Popat.
Menurutnya, stres dan trauma dapat membuat tubuh masuk ke dalam kondisi fight or flight. Dalam kondisi tersebut, detak jantung dan kadar adrenalin meningkat, sementara otot ikut menegang, termasuk otot rahang.
"Jika kita melakukannya saat malam hari, itu merupakan salah satu cara tubuh melepaskan stres dan ketegangan yang mungkin kita rasakan sepanjang hari," ujarnya.
Jangan hanya atasi gejalanya
Bruxism tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan gigi, tetapi juga nyeri rahang dan gangguan tidur. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada dampaknya, tetapi juga mencari kemungkinan penyebabnya.
Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah obstructive sleep apnoea (OSA) atau henti napas obstruktif saat tidur. Kondisi ini terjadi ketika saluran napas mengalami penyumbatan saat seseorang tidur.
Pada kondisi tertentu, aktivitas mengatupkan atau menggemeretakkan gigi dapat menjadi respons tubuh untuk membantu membuka kembali saluran napas.
Meski bruxism dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif, aktivitas rahang tidak selalu sepenuhnya buruk. Gerakan rahang juga berperan dalam produksi air liur. Aktivitas otot rahang dapat mengaktifkan kelenjar ludah yang membantu membersihkan dan melindungi mulut sekaligus mendukung proses pencernaan.
Bagaimana mengatasinya?
Penanganan bruxism bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan mouthguard untuk melindungi gigi dari gesekan dan tekanan.
Namun, penggunaan alat tersebut tidak selalu mengatasi penyebab bruxism. Karena itu, pemeriksaan dokter gigi tetap diperlukan, terutama jika gigi mulai aus atau retak, rahang sering terasa nyeri, sakit kepala muncul saat bangun tidur, atau tidur menjadi terganggu.
Jika sering bangun dengan rahang kaku, sakit kepala, gigi sensitif, atau pasangan pernah mengatakan kamu menggemeretakkan gigi saat tidur, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi. Bisa jadi, tanpa disadari, tubuh sedang menunjukkan tanda bruxism yang berlangsung selama tidur.
(anm/tis)