Ada Penumpang Pesawat Kelas Bisnis Pakai Gelas Minum Buat Garuk Kepala
Kelas kursi pesawat memang tak bisa menggambarkan 'kelas' perilaku penggunanya. Seorang penumpang kelas bisnis viral karena menggunakan gelas minum pesawat untuk menggaruk kepalanya yang gatal.
Tingkah menggelikan itu terjadi dalam penerbangan dari Taiwan pada 24 September lalu dan viral di media sosial setelah video pria menggaruk kepalanya dengan gelas tersebar.
Pria tersebut tampaknya beranggapan bahwa cara terbaik untuk meredakan rasa gatal di kepala adalah dengan memijat kulit kepalanya secara keras menggunakan bibir gelas minum.
Aksi perawatan diri yang ganjil di kursi penumpang itu disaksikan oleh penumpang lain yang merasa ngeri. Ia duduk tepat di belakang pria yang kepalanya gatal tersebut, menurut laporan media Viral Press.
Saksi mata yang melihat aksi tak biasa itu membuat pengalamannya di kelas bisnis menjadi berubah drastis. Ia bahkan kehilangan selera makan.
"Ini menjijikkan. Itu gelas, bukan sisir pijat," keluh saksi mata yang merasa jijik tersebut. "Tidak ada yang mau makan ketombe Anda. Saya benar-benar mau muntah."
Menurut laporan NewsFlare dan diberitakan Fox News, penerbangan tersebut mendarat dengan selamat.
Pakar etiket Diane Gottsman mengatakan bahwa menggunakan gelas untuk menggaruk kepala adalah tindakan yang sama sekali tidak pantas, terutama saat berada di tempat umum dan dikelilingi orang lain.
"Kapan pun Anda melihat seseorang menggaruk tubuhnya dengan suatu benda, atau bahkan menggaruk dengan jari di tempat umum, hal itu terlihat tidak elok dan agak mengganggu," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penumpang mengeluhkan perilaku penumpang lain yang dianggap melampaui batas kepatutan saat berada di dalam pesawat.
Pada bulan Maret 2026, seorang penumpang dikecam karena menaikkan kakinya ke jendela pesawat. Kejadian itu kemudian tertuang dalam laman Reddit.
"Baru kali ini dalam lima tahun saya mengalami kejadian kaki berada di depan wajah saya. Padahal saya bepergian setiap bulan. Saya duduk di kelas satu, dan wanita ini menaruh kakinya di sandaran tangan kursi saya. Saya pun menepisnya." Penulis itu melanjutkan,
"Dan lima menit kemudian, dia sudah menaikkan kakinya ke jendela. Untunglah dia memakai kaus kaki. Tapi ayolah! Ini penerbangan berdurasi 4,5 jam."
(end)