Sering Terbangun Sebelum Alarm Berbunyi, Wajar atau Enggak?
Sering memasang alarm di jam tertentu, tapi kamu sering terbangun bahkan sebelum alarm berbunyi? Jika iya, kamu tidak sendirian.
Banyak orang mengalaminya. Pertanyaannya, kenapa kita sering terbangun bahkan sebelum alarm berbunyi?
Kebiasaan terbangun sebelum alarm berbunyi sebenarnya bukan sebuah masalah. Hal ini bahkan bisa jadi pertanda bahwa kamu memiliki rutinitas dan jadwal tidur yang baik.
"Saya pikir ini mungkin terkait dengan gagasan, jika kamu terbangun beberapa menit sebelum alarm berbunyi, kamu mungkin memiliki jadwal tidur yang konsisten," ujar ahli neurologi sekaligus penasihat Sleep.com, Chris Winter.
Jika kamu terbangun lebih dulu dari bunyi alarm dengan kondisi segar dan bugar, maka kemungkinan besar kamu memiliki pola tidur yang selaras dengan ritme sirkadian. Ritme ini mengatur fungsi penting tubuh, seperti suhu tubuh, tekanan darah, kewaspadaan mental, kadar hormon, dan waktu tidur.
Faktor lainnya adalah usia. Kebutuhan tidur sendiri akan terus berubah seiring pertambahan usia. Dokter spesialis tidur Jade Wu mengatakan, ritme sirkadian cenderung bergeser lebih awal seiring pertambahan usia. Orang dewasa menjelang lanjut usia (lansia), misalnya, cenderung membutuhkan waktu tidur yang lebih sedikit daripada saat usia muda.
"Kombinasi perubahan ini dapat berarti bangun lebih awal daripada saat kita masih muda, dan tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah," ujar Wu.
Yang jelas, laman Sleep memastikan bahwa terbangun sebelum alarm berbunyi menandakan waktu tidur yang sebenarnya sudah dirasa cukup. Di sana, ritme sirkadian alami memicu kewaspadaan.
Kapan bangun sebelum alarm berbunyi dianggap berbahaya?
Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang membuat kebiasaan terbangun sebelum alarm berbunyi menjadi bahaya. Hal ini terjadi pada masalah insomnia, yang dalam beberapa kasus ditandai dengan terbangun atau terjaga pada dini hari.
"Terbangun pada dini hari adalah salah satu bentuk insomnia, di mana seseorang sering bangun jauh lebih awal dari yang mereka inginkan, dan kemudian tidak dapat tidur kembali," ujar Wu.
Yang perlu diperhatikan adalah jarak antara waktu terbangun dengan waktu alarm dipasang. Jika terlalu jauh, maka bisa jadi itu pertanda insomnia.
Wu mengingatkan, jika terbangun jauh lebih cepat dari alarm berbunyi secara konsisten dan memicu masalah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, maka itu dianggap sebagai masalah klinis.
"Insomnia bangun pagi agak lebih sulit diobati daripada insomnia sulit tidur atau mempertahankan durasi tidur," ujar Wu.
Jadi, tak perlu khawatir jika Anda kerap terbangun beberapa menit sebelum alarm berbunyi. Tapi, jika jarak waktu antara terbangun dan alarm terlalu jauh, maka kamu perlu mencurigai insomnia.
(asr)