Kenapa Pisang Selalu Ada di Pos Refreshment Ajang Lari?

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Buah pisang yang selalu ada di ajang lari. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pisang menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemui di ajang lari, termasuk Jakarta Running Festival (JRF). Di tengah ribuan pelari yang berjuang menuntaskan jarak, potongan pisang kerap tersedia di pos refreshment untuk membantu memenuhi kebutuhan energi selama berlari.

Buah berwarna kuning ini bukan sekadar camilan pengganjal lapar. Pisang mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi, serta sejumlah mineral dan vitamin yang mendukung fungsi tubuh.

Selain kandungan gizinya, pisang juga praktis dikonsumsi saat perlombaan berlangsung. Pelari tidak perlu repot menyiapkan atau mengolahnya sebelum makan. Kulitnya pun menjadi pelindung alami yang membantu menjaga bagian dalam buah tetap terlindungi hingga siap dikonsumsi.

Lantas, apa saja alasan pisang kerap menjadi pilihan konsumsi dalam ajang lari jarak jauh, seperti kategori Half Marathon (HM) dan Full Marathon (FM)? Berikut alasannya, melansir DetikHealth:

1. Sumber karbohidrat untuk menjaga energi

Salah satu alasan pisang banyak tersedia di pos refreshment adalah kandungan karbohidratnya. Mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017, kandungan karbohidrat pisang bervariasi menurut jenisnya, yakni sekitar 22-33 gram per 100 gram.

Karbohidrat merupakan sumber energi penting, terutama ketika tubuh melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama. Saat berlari, tubuh memanfaatkan glikogen yang tersimpan di otot dan hati sebagai salah satu sumber energi.

Namun, cadangan glikogen tubuh terbatas. Karena itu, asupan karbohidrat selama perlombaan dapat membantu mempertahankan ketersediaan energi, khususnya bagi pelari yang menempuh jarak jauh.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada 2024 menemukan bahwa konsumsi karbohidrat selama latihan ketahanan dapat membantu meningkatkan performa. Dalam konteks ini, pisang bisa menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat dari makanan utuh untuk mendukung strategi fueling, yakni upaya memenuhi kebutuhan energi sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

Meski demikian, kebutuhan karbohidrat setiap pelari tidak selalu sama. Durasi lari, intensitas aktivitas, serta kemampuan tubuh mencerna makanan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan asupan selama perlombaan.

2. Mengandung kalium yang mendukung fungsi otot

Selain karbohidrat, pisang dikenal sebagai sumber kalium. Berdasarkan TKPI 2017, kandungan kalium pisang sekitar 300 miligram per 100 gram. Kalium merupakan mineral yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, penghantaran impuls saraf, serta kontraksi otot. Fungsi-fungsi tersebut penting bagi tubuh ketika melakukan aktivitas fisik, termasuk berlari dalam durasi panjang.

Pisang juga mengandung mineral lain, seperti fosfor, kalsium, magnesium, dan zat besi. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, mulai dari mendukung kesehatan tulang dan fungsi otot hingga membantu berbagai proses metabolisme tubuh. Kandungan mineral tersebut melengkapi nilai gizi pisang sebagai salah satu pilihan makanan bagi pelari.

Namun, mengonsumsi pisang saja tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan elektrolit selama marathon. Kebutuhan cairan dan elektrolit, termasuk natrium yang hilang melalui keringat, perlu diperhitungkan sesuai kondisi tubuh, cuaca, durasi lari, dan banyaknya keringat yang keluar.

Karena itu, pisang sebaiknya menjadi bagian dari strategi asupan yang lebih menyeluruh, bukan satu-satunya andalan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Baca kelanjutannya di halaman sebelah..

Kenapa Pisang Selalu Ada di Pos Refreshment Ajang Lari?


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :