Deretan Barang yang Bisa Masuk Kabin Pesawat, Cek Dulu Sebelum Terbang
Pesawat terbang dikenal sebagai salah satu moda transportasi yang mengutamakan standar keamanan tinggi, termasuk melalui prosedur pemindaian barang bawaan penumpang pesawat sebelum terbang.
Kendati demikian, menyerahkan seluruh barang ke dalam bagasi terdaftar tidak sepenuhnya bebas dari risiko kecurian maupun kerusakan.
Maraknya aksi pembobolan bagasi oleh oknum yang mengincar barang bernilai tinggi usai pemindaian membuat penumpang dituntut lebih waspada.
Untuk memastikan keamanan selama perjalanan udara, sejumlah barang berharga dan krusial sangat disarankan untuk selalu dibawa ke dalam kabin pesawat.
Berikut Daftar yang Barang yang Bisa Masuk Kabin Pesawat
Dokumen Perjalanan
Dokumen perjalanan utama menjadi barang yang wajib berada dalam pengawasan langsung pemiliknya. Dokumen seperti paspor, tiket pesawat, visa, asuransi perjalanan, serta identitas diri resmi tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar guna mencegah potensi kehilangan yang dapat mengganggu seluruh rencana perjalanan.
Perhiasan, Kartu Transaksi hingga Uang Tunai
Selain dokumen resmi, seluruh perhiasan, jam tangan, kacamata, hingga dana tunai dan kartu transaksi keuangan-baik kartu kredit maupun debit-harus disimpan rapat di dalam tas jinjing kabin demi meminimalkan potensi kejahatan.
Perangkat Elektronik dan Obat-obatan
Perangkat elektronik sensitif seperti telepon seluler, laptop, tablet, kamera, beserta pengisi daya dan adapter juga wajib dibawa ke kabin. Begitu pula dengan power bank atau pengisi daya portabel yang secara regulasi keselamatan penerbangan internasional memang dilarang keras untuk disimpan di dalam ruang bagasi bawah pesawat.
Kebutuhan kesehatan pribadi juga tidak boleh luput dari perhatian. Obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi, vitamin, serta suplemen kesehatan harus disiapkan di tas kabin untuk mengantisipasi situasi darurat atau keterlambatan penerbangan yang tidak terduga.
Pakaian Ganti dan Cairan Terbatas
Menyiapkan pakaian ganti cadangan di dalam kabin merupakan langkah antisipasi yang bijak. Menyimpan setelan pakaian lengkap-mulai dari pakaian dalam, atasan, bawahan, hingga alas kaki secukupnya-sangat berguna apabila terjadi penundaan penanganan bagasi di bandara tujuan.
Sementara untuk barang berbentuk cairan seperti parfum atau produk kosmetik cair, penumpang diperbolehkan membawanya ke dalam kabin dengan syarat mematuhi regulasi penerbangan, yakni dikemas dalam botol dengan kapasitas maksimal 100 mililiter per wadah.
(wiw)