Cara Deteksi Dini Kanker Payudara agar Lebih Mudah Ditangani
Kanker payudara yang terdeteksi dini bisa lebih mudah ditangani. Berikut cara deteksi dini kanker payudara yang bisa kamu coba.
Kanker payudara merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena gejalanya tidak selalu terlihat pada tahap awal. Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan baru di payudara.
Namun, di luar benjolan, kanker payudara juga dapat ditandai dengan perubahan kulit, bentuk payudara, atau kondisi puting.
Deteksi dini penting agar perubahan pada payudara dapat diketahui dan diperiksa sedini mungkin. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara.
1. Kenali bentuk dan kondisi payudara sendiri
Melansir dari laman American Cancer Society, cara deteksi dini kanker payudara pertama adalah mengenali kondisi normal payudara, mulai dari bentuk, ukuran, tekstur, hingga posisi puting. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah menyadari jika muncul perubahan yang tidak biasa.
Perlu diingat, ukuran kedua payudara tidak harus sama persis. Perubahan yang perlu diperhatikan adalah perbedaan baru yang muncul tanpa sebab jelas, terutama jika hanya terjadi pada satu sisi.
2. Periksa apakah terdapat benjolan baru
Benjolan baru di payudara atau area ketiak merupakan salah satu tanda kanker payudara yang paling umum. Benjolan kanker sering kali terasa keras, tidak mudah digerakkan, dan memiliki bentuk tidak beraturan.
Dalam beberapa kasus, kanker payudara juga bisa menimbulkan benjolan yang lunak dan terasa sakit.
Meski begitu, sebagian besar benjolan di payudara tidak bersifat ganas alias kanker. Karena itu, setiap benjolan baru sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
3. Amati perubahan kulit payudara
Perubahan kulit juga dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Misalnya, kulit tampak berlekuk, mengerut, menebal, memerah, atau menyerupai kulit jeruk. Kulit di sekitar puting juga bisa menjadi bersisik atau mengalami perubahan warna.
Pembengkakan atau perubahan suhu pada salah satu payudara yang menetap juga perlu diperhatikan.
Jika muncul kemerahan dan pembengkakan yang meluas dengan cepat, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat memerlukan pemeriksaan segera.
4. Perhatikan perubahan pada puting
Puting yang baru tertarik ke dalam, berubah bentuk, atau tampak mendatar perlu diperiksa. Kamu juga perlu waspada jika keluar cairan dari puting tanpa dipencet, terutama jika cairan tersebut bercampur darah.
Cairan dari puting tidak selalu menandakan kanker. Namun, perubahan yang baru muncul dan tidak biasa sebaiknya jangan diabaikan, khususnya jika terjadi pada satu payudara.
5. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin
Tak hanya itu, laman Siloam Hospital juga menambahkan untuk rutin melakukan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri.
SADARI membantu kamu mengenali perubahan sejak dini. Kamu dapat melakukannya di depan cermin untuk mengamati bentuk dan kulit payudara, kemudian meraba seluruh bagian payudara hingga ketiak menggunakan bantalan jari dengan tekanan lembut.
Bagi yang masih menstruasi, pemeriksaan dapat dilakukan beberapa hari setelah menstruasi selesai ketika payudara biasanya tidak terlalu sensitif. Jika sudah menopause, pilih satu tanggal yang mudah diingat setiap bulan.
SADARI bukan alat untuk memastikan kanker, tetapi membantu mengenali perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Lihat Juga : |
Tidak semua kanker payudara menimbulkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan skrining sesuai rekomendasi tenaga medis tetap penting.
Demikian adalah beragam cara deteksi dini kanker payudara yang bisa kamu ketahui. Deteksi dini bukan berarti dapat mencegah semua kasus, tetapi membantu menemukan penyakit lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
(sac/asr)