Pembalut di Skotlandia Gratis, Bagaimana dengan Negara Lain?
Menstruasi merupakan siklus reproduksi yang normal terjadi pada perempuan remaja hingga dewasa, sehingga sering kali dianggap jadi urusan pribadi.
Namun isu menstruasi jadi urusan publik ketika banyak perempuan di dunia tak bisa mengakses pembalut, tampon, hingga bentuk perawatan lainnya terkait menstruasi. Ini acap kali disebut sebagai period poverty atau kemiskinan menstruasi.
Menurut laman UN Women, mengacu pada ketidakmampuan untuk membeli dan mengakses produk menstruasi, fasilitas sanitasi dan kebersihan, serta pendidikan dan kesadaran untuk mengelola kesehatan menstruasi.
Hal ini mengganggu kehidupan sehari-hari perempuan, termasuk hak dan kebebasan mereka. Minimnya akses terhadap pembalut terjangkau, misalnya, bisa membuat perempuan kehilangan waktu belajar di sekolah atau bekerja.
Jadi isu penting, Skotlandia mulai menggratiskan pembalut dan tampon sejak 2020 lalu. Namun bagaimana dengan negara lain?
Skotlandia satu-satunya negara yang menggratiskan pembalut
Mengutip laman NPR, Skotlandia mulai memberlakukan kebijakan pembalut dan tampon gratis sejak November 2020.
Sosok Monica Lennon, anggota parlemen Partai Buruh Skotlandia, yang menjadi pencetus kebijakan melalui RUU Produk Menstruasi. Ia mengupayakan kebijakan ini sejak 2016 untuk mengakhiri kemiskinan menstruasi.
Kini, perempuan di Skotlandia dapat mengakses produk menstruasi di bebagai tempat publik, seperti pusat komunitas, klub remaja, hingga apotek. Sebelumnya, sejak 2017, negara ini juga sudah menyediakan produk menstruasi di semua sekolah.
"Saat krisis biaya hidup makin meningkat, Undang-Undang Produk Menstruasi adalah secercah harapan yang menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika para politisi bersatu demi kebaikan masyarakat yang kita layani," ujar Lennon pada 2022 lalu, seperti dikutip dari BBC.
Dengan rata-rata periode menstruasi berlangsung sekitar lima hari, biaya tampon dan pembalut diperkirakan bisa mencapai 8 pound sterling atau Rp193 ribu per bulan. Tak semua perempuan bisa membayar biaya tersebut.
Kebijakan negara lain tentang produk menstruasi
Sejauh ini, Skotlandia jadi negara pertama yang menawarkan produk menstruasi gratis secara nasional. Negara lain, misalnya Selandia Baru dan Kenya, baru sampai tahap mendistribusikan produk pembalut secara gratis di berbagai sekolah negeri.
Mengutip laman Global Citizen, tampon dan pembalut gratis mulai dibagikan di sekolah pada 2021.
Adapun di negara-negara Barat lainnya, terpantau belum ada yang menerapkan kebijakan pemberian pembalut gratis secara nasional. Kebijakan ini baru berlaku di beberapa negara bagian, wilayah, atau daerah tertentu saja.
Di Australia, misalnya, pemerintah mengumumkan rencana pembagian pembalut gratis di semua sekolah negeri pada 2018. Namun skema ini baru dijalankan negara bagian Victoria pada 2020 dan New South Wales pada 2021.
Beranjak ke Amerika Serikat, New York City yang pertama kali mengesahkan UU penyediaan tampon dan pembalut gratis di sekolah pada 2016.
Namun negara bagian lainnya di AS baru mengikuti jejak New York City pada 2018. Beberapa di antaranya, Illinois, Washington, New Hampshire, dan Virginia.