'Mengunjungi' Monalisa, Sang Primadona Museum Louvre
Jika hanya punya waktu sehari di Paris, Prancis, ada baiknya digunakan untuk 'mengunjungi' Monalisa. Lukisan karya Leonardo da Vinci ini memang bukan satu-satunya karya seni yang dipamerkan di Museum Louvre. Namun tak bisa dimungkiri, salah satu alasan kuat mengunjungi Louvre adalah Monalisa.
Barangkali Paris tak hanya jadi kota favorit bagi para pencinta mode tapi juga sejarah. Museum bisa dipastikan jadi salah satu destinasi utama. Ke Paris rasanya kurang kalau tidak menyempatkan diri ke Museum Louvre.
Museum dengan piramida kaca ikonik ini jadi rumah bagi lebih dari 380 ribu benda dari era prasejarah sampai abad ke-19. Dari ratusan ribu benda itu, ada satu yang tak pernah absen dari kunjungan yakni, lukisan Monalisa karya pelukis Italia Leonardo da Vinci.
Menjadi museum yang paling ramai pengunjung di dunia, kamu perlu memesan tiket secara online jauh-jauh hari sebelumnya. Dalam sehari, setidaknya sekitar 30 ribu orang mengunjungi Museum Louvre. Untuk orang dewasa (non-Uni Eropa), tiket dibanderol 32 euro (sekitar 628 ribu).
Pengunjung usia di bawah 18 tahun (semua kewarganegaraan) tidak dipungut biaya.
Louvre Pyramid alias piramida kaca Louvre memang jadi pintu masuk utama ke museum. Namun sebenarnya kamu bisa masuk lewat pintu Carrousel du Louvre atau pintu Porte des Lions. Kalau naik metro, kamu turun di stasiun metro Palais Royal-Musee du Louvre yang terhubung langsung dengan Carrousel du Louvre.
Selain itu, kamu bisa turun stasiun Louvre-Rivoli lalu jalan kaki sebentar ke pintu masuk.
'Menyapa' Monalisa dari jauh
Begitu masuk museum, kamu akan dihadapkan pada beberapa pilihan jalur sesuai dengan tipe koleksi. Koleksi tersebar di lima lantai bangunan dan dibagi ke dalam tiga sayap utama yakni, Richelieu, Sully, dan Denon.
Begitu luas dan begitu banyak koleksi mungkin membuatmu bingung. Ada baiknya tentukan koleksi apa yang ingin diintip sebab rasanya tidak bisa menikmati semua koleksi hanya dalam waktu sehari.
Setidaknya, sempatkan waktu untuk 'menyapa' primadona Louvre yakni, Monalisa. Lukisan terdapat di sayap Denon, lantai 1 ruang 711.
Akan tetapi, jangan harap bisa memandanginya dari dekat seperti Beyonce dan Jay Z di video musik Apeshit. Tidak seperti lukisan lain, Monalisa dilindungi kaca antipeluru. Museum juga memasang barikade sehingga pengunjung harus menikmati lukisan dari jarak 4,5 meter.
Dari pantauan CNNIndonesia.com di awal Oktober 2026, ruang 711 begitu padat pengunjung. Monalisa hanya tampak mungil di antara para pengunjung yang berupaya mengabadikannya dari bidikan kamera ponsel. Rasanya tidak mungkin mau merangsek ke dalam kerumunan hanya demi melihat Monalisa dari dekat.
Apa Louvre cuma punya Monalisa? Sebenarnya tidak. Penyuka seni terutama seni lukis bisa mengintip karya pelukis kenamaan lain seperti, Monet, Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Jacques-Louis David, dan Johannes Vermeer.
Ingat sampul album band Coldplay 'Viva la Vida'? Sampul menggunakan lukisan bertajuk Liberty Leading the People karya Eugene Delacroix yang bisa kamu temukan di Louvre.
Beberapa karya yang patut kamu kunjungi antara lain, patung Venus de Milo, The Rebelious Slave karya Michelangelo, lukisan Saint Sebastian karya Andrea Mantegna, lalu patung Psyche Revived by Cupid's Kiss karya Antonio Canova.
Jadi, kapan mampir ke Museum Louvre?
(els)