Kapal Pesiar Mendadak Bangkrut, Ratusan Penumpang Terdampar di Kamboja

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 12:00 WIB
Ilustrasi kapal pesiar. (AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan turis asing dilaporkan terdampar di Sihanoukville, Kamboja, usai perusahaan kapal pesiar Villa Vie Residences secara mendadak menghentikan operasional pelayaran keliling dunia selama 15 tahun dan mengusir para penumpangnya, Senin (26/10).

Para penumpang kapal pesiar Villa Vie Odyssey mengeklaim hanya diberi waktu pemberitahuan selama tujuh jam untuk mengosongkan kamar dan membawa seluruh barang bawaan mereka usai pengumuman darurat yang diunggah di papan pesan internal kapal pada pukul 06.30 pagi.

Pihak manajemen perusahaan yang berbasis di Florida, AS, beralasan bahwa lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjal akibat krisis Perang Iran menjadi biang kerok utama yang memicu tekanan finansial berat pada bisnis mereka.

Berdasarkan laporan Daily Mail, para wisatawan mengaku tidak mendapatkan bantuan akomodasi penginapan maupun transportasi lanjutan dari pihak pengelola usai dipaksa turun dari kapal pada pukul 14.00 waktu setempat.

"Sayangnya, kami tidak dapat mengamankan bahan bakar yang dibutuhkan untuk melanjutkan operasional. Akibatnya, kapal Odyssey akan memasuki masa layup sementara sore ini. Seluruh penghuni wajib mengosongkan kapal paling lambat pukul 14.00 hari ini," bunyi pengumuman dari Chief Executive Villa Vie, Kathy Villalba, seperti dilansir Mirror.

Seorang penumpang asal California, Randy Cassingham, mengkritik keras kepemimpinan manajemen kapal yang dinilainya tidak profesional serta tidak menyampaikan permohonan maaf resmi atas pengusiran mendadak tersebut.

Sementara itu, penumpang lain asal Wisconsin, Shirene Thomas, meluapkan kekecewaannya di media sosial lantaran mendadak menjadi "tunawisma" di Kamboja.

Dalam pernyataan resminya, pihak Villa Vie Residences mengonfirmasi penangguhan operasional kapal di Kamboja sembari berupaya mencari langkah restrukturisasi modal dan pendanaan tambahan dalam rentang waktu 60 hari ke depan.

Perusahaan membeberkan bahwa konflik di Timur Tengah yang meletus sejak akhir Februari lalu telah melipatgandakan pengeluaran operasional kapal secara signifikan, terutama pada pos anggaran bahan bakar di wilayah Asia.

"Biaya BBM bulanan berbasis per kabin yang historisnya rata-rata bernilai US$1.800 (sekitar Rp32,6 juta) kini membengkak tajam mencapai US$6.000 hingga US$8.000 atau sekitar Rp108,7 juta sampai Rp144,9 juta di beberapa wilayah Asia," tulis pernyataan resmi Villa Vie Residences.

Pihak perusahaan mengaku telah melakukan berbagai langkah efisiensi-seperti memperlambat laju pelayaran dan memperlama durasi bersandar di pelabuhan, namun hal tersebut tidak cukup untuk menutupi kerugian operasional yang membengkak.

Kapal pesiar Villa Vie Odyssey yang diluncurkan pada 2024 dengan kapasitas 720 penumpang tersebut awalnya menawarkan konsep hunian global di atas laut, yang memungkinkan para tamu untuk tinggal dan berlayar di atas kapal selama bertahun-tahun.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK