Bantahan dan Kronologi Keluarga Dokter soal Dugaan Pemukulan Pramugara

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 09:45 WIB
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (iStockphoto/wisely)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak keluarga dari dr. Alexander Saudale, Sp.PD. membantah secara tegas tudingan pemukulan terhadap seorang diduga pramugara Super Air Jet dalam penerbangan rute Lombok-Jakarta pada Minggu (25/10).

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh putri dari dr. Alex, Grace Saudale, guna meluruskan informasi yang dinilai menyudutkan sang ayah.

Grace menyampaikan keterangan dari sudut pandang keluarga melalui akun Threads pribadinya, @gracesaudale_. Ia menilai narasi yang beredar di publik sebelumnya belum memuat penjelasan berimbang dari pihak keluarga dokter.

"Di sini saya ingin menghubungi pihak yang bersangkutan untuk mengklarifikasi apa yang terjadi dari POV papa saya, karena menurut saya informasi yang diberikan masih kurang dan sangat menyudutkan," tulisnya, seperti dilansir Detik.

Kronologi Kejadian di Lorong Pesawat

Berdasarkan penjelasan keluarga, penerbangan tersebut sempat mengalami keterlambatan (delay) hingga hampir tiga jam. Setelah proses masuk ke kabin dimulai, dr. Alex naik melalui pintu belakang sembari membawa tiga tas kabin dan satu tas ransel.

Saat menyusuri lorong kabin yang sempit, sang dokter sempat bertanya mengenai lokasi kursi 22C serta menanyakan kembali penyebab keterlambatan penerbangan kepada pramugara.

Di tengah kondisi lorong yang sempit, tangan dr. Alex secara tidak sengaja tersenggol dan mengenai bagian perut pramugara yang bertugas.

"Karena lorongnya sempit, tangan papa saya tidak sengaja mengenai perut pramugara tersebut," tulis Grace.

Keluarga menegaskan bahwa insiden tersebut murni ketidaksengajaan. Dokter Alex yang terkejut langsung menyampaikan permohonan maaf di tempat sebelum melanjutkan langkah ke kursi penumpangnya. "Papa saya kaget dan langsung berkali-kali minta maaf," dia menambahkan.

Namun, tidak lama setelah duduk, dr. Alex dipanggil menuju bagian depan pesawat. Petugas memberitahukan bahwa sang dokter dituduh melakukan pemukulan lantaran pramugara mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya. Mendengar keluhan itu, sang dokter kembali menyampaikan penyesalannya.
"Papa saya kembali meminta maaf berkali-kali," tulisnya.

Dokter Alex kemudian diminta turun dari pesawat untuk memberikan keterangan kepada petugas keamanan bandara di sebuah ruangan. Dalam pemeriksaan tersebut, dr. Alex ditawari opsi untuk menghadirkan sang pramugara ke darat, tetapi tawaran tersebut ia tolak.

"Papa saya ditawarkan untuk memanggil pramugara tersebut turun, tetapi papa saya tidak mau karena merasa kasihan dengan pramugara yang masih muda dan takut dia mendapat masalah," tulis Grace.

Kondisi Kesehatan dan Klarifikasi Pembuatan Video

Setelah melakukan panggilan video dengan pramugara terkait yang sebelumnya mengunggah keluhan di media sosial melalui akun @exmanef, dr. Alex diminta membuat video pernyataan.

Meski sempat mempertanyakan urgensi video tersebut karena sudah memberikan keterangan tertulis, sang dokter tetap kooperatif agar proses dapat segera selesai dan ia bisa melanjutkan perjalanan. "Papa saya diberitahu bahwa video meyakinkan tersebut hanya untuk perusahaan," tulisnya.

Di samping itu, Grace membeberkan kondisi kesehatan ayahnya yang sedang tidak prima saat kejadian berlangsung. Akibat keterlambatan penerbangan yang cukup lama, dr. Alex mengalami kondisi hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis.

"Papa saya mengalami hypoglycemia karena delay tersebut, papa baru suntik insulin dan hanya makan satu roti," tulisnya.

Keluarga menekankan bahwa ucapan maaf yang dilontarkan dr. Alex di lokasi bukan merupakan bentuk pengakuan atas tindak kekerasan fisik.
"Permintaan maaf papa saya bukan berarti papa saya mengakui telah memukul," dia menambahkan.

Siapkan Langkah Hukum

Pihak keluarga juga menyayangkan beredarnya visual buatan kecerdasan buatan (AI-generated image) di media sosial yang menggambarkan rekayasa pemukulan seolah-olah peristiwa itu benar-benar terjadi.

"Apalagi dengan adanya AI image yang menggambarkan seolah-olah kejadian tersebut benar-benar terjadi," tulis dia.

Akibat insiden ini, pihak keluarga mengaku mengalami kerugian materiil dan immateriil yang cukup besar, termasuk kehilangan waktu perjalanan serta keharusan membeli tiket penerbangan baru karena tiket sebelumnya hangus.

Keluarga mendesak agar penanganan masalah ini dilakukan secara profesional sesuai fakta lapangan dan bukti yang sah.

"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan secara objektif berdasarkan bukti yang ada, bukan berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial," tulisnya.

Selain mempertanyakan penyebaran video pernyataan dan data pribadi sang dokter ke publik, pihak keluarga menyatakan tidak ragu untuk mengambil langkah hukum apabila narasi tidak benar yang menyebut dr. Alex telah mengakui tindakan pemukulan terus disebarluaskan.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK