Mengenali Alzheimer & Lewy Body Dementia yang Dialami Patrick Stewart
Kabar wafatnya aktor Patrick Stewart di usia 86 tahun pada Rabu (28/10), membawa perhatian terhadap kondisi kesehatan yang disebut dialaminya, yakni Alzheimer dan lewy body dementia (LBD).
Aktor yang dikenal luas lewat perannya sebagai Captain Picard dalam Star Trek dan Charles Xavier atau Profesor X dalam X-Men ini, mengalami apa yang disebut sebagai demensia campuran.
Lantas, apa perbedaan Alzheimer dan demensia Lewy body, serta bagaimana keduanya dapat terjadi bersamaan?
Apa itu demensia campuran?
Menurut laman Alzheimer's Association, pada demensia campuran, perubahan otak yang berkaitan dengan dua atau lebih jenis demensia terjadi bersamaan.
Adapun demensia merupakan istilah untuk penurunan kemampuan berpikir yang cukup berat hingga mengganggu kemandirian dan aktivitas sehari-hari. Alzheimer sendiri menjadi penyebab demensia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya.
Salah satu contoh demensia campuran, yaitu Alzheimer yang dapat muncul bersamaan dengan gangguan pembuluh darah di otak atau endapan protein yang disebut lewy bodies.
Dalam sebagian kasus, perubahan dua kondisi tersebut dapat ditemukan pada satu orang. Kombinasi ini bisa berdampak lebih besar pada kemampuan berpikir dibandingkan satu jenis demensia saja.
Demensia campuran memang tidak selalu mudah dikenali semasa hidup seseorang. Gejalanya dapat menyerupai Alzheimer atau jenis demensia lain, sehingga penetapan jenisnya membutuhkan penilaian teliti dari tenaga medis. Gejala dan tingkat pengaruhnya juga bergantung pada bagian otak yang terdampak.
Mengenali Alzheimer
Meminjam penjelasan dari Lisa Kirk Wiese et al. dalam sebuah artikel di American Nurse Journal (2022), Alzheimer merupakan penyakit progresif yang memengaruhi fungsi otak.
Gejala awalnya sering berupa kesulitan mengingat informasi atau kejadian baru. Seiring waktu, kemampuan berbahasa, mengambil keputusan, memahami situasi, dan menjalankan kegiatan sehari-hari juga dapat menurun.
Perkembangan Alzheimer umumnya dibagi menjadi tiga tahap, yakni ringan, sedang, dan berat. Pada tahap awal, gangguan kognitif mulai terlihat, tetapi seseorang mungkin masih mampu menjalani sebagian besar aktivitas dengan bantuan terbatas.
Pada tahap sedang, pekerjaan sehari-hari seperti berpakaian, mandi, atau mengatur kebutuhan pribadi dapat makin sulit dilakukan sendiri. Pada tahap berat, kemampuan berkomunikasi dan merawat diri bisa sangat berkurang.
Namun perjalanan setiap orang berbeda. Gejala tertentu saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami Alzheimer. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai penyebabnya.
Mengenali LBD
Lewy body dementia atau LBD berkaitan dengan penumpukan protein abnormal bernama lewy bodies di otak.
Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan berpikir, gerakan, tidur, suasana hati, dan tingkat kewaspadaan. Gejalanya dapat berubah-ubah, bahkan dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Mengutip laman NHS, beberapa tanda yang mungkin muncul, antara lain halusinasi visual, kebingungan atau rasa kantuk berfluktuasi, gerakan melambat, otot kaku, tremor, gangguan tidur, serta masalah keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh.
Gangguan ingatan juga dapat terjadi, meskipun pada sebagian orang, perubahan perhatian dan kemampuan visuospasial lebih menonjol.
Adapun istilah LBD itu sendiri berkaitan dengan dua kondisi, yakni demensia dengan lewy bodies dan demensia penyakit Parkinson. Perbedaan utamanya sering dilihat dari waktu munculnya gejala kognitif dibandingkan gejala motorik Parkinson.
Jika penurunan kognitif muncul sebelum atau bersamaan dengan gangguan gerak, dokter dapat menilainya sebagai demensia dengan lewy bodies. Jika muncul setelah Parkinson berkembang, kemungkinan demensia itu lebih disebabkan oleh penyakit Parkinson.
Kapan perlu ke dokter?
Perubahan ingatan, perilaku, atau gerakan yang menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya dibicarakan dengan dokter. Pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.
Kisah Patrick Stewart juga mengingatkan Alzheimer bukan satu-satunya bentuk demensia. Adapun diagnosis hanya dapat dipastikan melalui penilaian profesional.
(rti)