2 Tamu Hotel Tewas Diduga Tersetrum Kebocoran Listrik di Kolam Renang
Dua warga negara asing (WNA) tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden dugaan kebocoran arus listrik di kolam renang hotel berbintang di Bengaluru, India, Jumat (30/10) malam.
Peristiwa maut tersebut terjadi di Hotel Conrad Bengaluru yang terletak di kawasan Halasuru. Kepolisian setempat langsung memasang garis polisi di sekitar area kolam renang guna kepentingan investigasi menyeluruh.
Kepala Polisi Bengaluru Seemant Kumar Singh mengonfirmasi bahwa tim penyidik menduga kuat adanya kebocoran listrik. Kendati demikian, kepolisian masih menunggu laporan teknis, medis, serta analisis ahli untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Dua korban tewas teridentifikasi sebagai Alexander Maximilian Theiss (57), seorang warga negara Jerman yang bertugas sebagai kru pesawat maskapai Lufthansa, serta Juraj Horvat (45), warga negara Slowakia yang menjabat sebagai manajer proyek di perusahaan IBM.
"Kami sangat berduka atas insiden tragis yang terjadi di Conrad Bengaluru yang mengakibatkan meninggalnya dua tamu kami. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada seluruh pihak yang terdampak," ujar juru bicara manajemen Hotel Conrad Bengaluru, melansir Fox News Digital.
Pihak maskapai Lufthansa juga menyampaikan konfirmasi resmi atas wafatnya salah satu anggota kru mereka saat menjalani masa tugas di Bengaluru dan memohon privasi bagi keluarga korban.
Melansir laporan The New Indian Express, insiden maut ini juga melukai dua orang lainnya yang berusaha memberikan pertolongan saat kejadian berlangsung, yakni seorang tamu asal Amerika Serikat berusia 41 tahun, Mathew Desantis, serta petugas penyelamat (lifeguard) kolam renang bernama Rahul Tiwari (28).
Pihak Rumah Sakit Manipal menyatakan empat orang sempat dilarikan ke fasilitas medis tersebut. Theiss dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, sementara Horvat mengembuskan napas terakhir meski sempat mendapatkan tindakan resusitasi dari tim medis.
Istri dari Theiss telah mengajukan laporan resmi ke kepolisian. Ia mengindikasikan para korban tersengat aliran listrik saat berusaha keluar dari kolam renang hingga akhirnya tenggelam.
"Penyelidikan teknis gabungan kini tengah memeriksa pompa kolam renang, sistem pencahayaan bawah air, serta jalur pembumian," tulis laporan The Federal.
Inspeksi awal berfokus pada sistem pencahayaan bawah air yang diduga menjadi sumber kebocoran arus pendek. Menanggapi tragedi ini, situs resmi Hotel Conrad Bengaluru mencantumkan penutupan area kolam renang untuk pemeliharaan mulai 31 Oktober hingga 30 November mendatang.
(wiw)