Selain itu, juga ada acara Bale-bale yang disiarkan TVRI DKI Jakarta setiap Kamis, pukul 15.30 WIB. Menyajikan ragam pengetahuan tentang Betawi, acara ini menyisipkan keroncong khas Betawi yang berirama lebih dinamis.
“Salah satu kekhasannya, keroncong Betawi ada pantunnya, karena mendapat pengaruh Melayu,” kata Yoyo Muchtar, penyanyi keroncong Betawi sekaligus pemandu acara Bale-bale. “Lagunya yang populer, seperti Kicir-kicir, Surilang, Jali-jali, dan Dewi Murni.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesan serupa juga dirasakan Jessica Huwae, penulis dan co-founder @nyonyabuku. Menurutnya, keroncong memberikan calming effect bagi indra dengarnya. Terlebih lagu-lagu keroncong yang menjadi soundtrack dan scoring film-film bertema perjuangan.
Menurut Yoyo, sajian keroncong layak diapresiasi semua kalangan. Rutin dipertunjukkan secara live maupun di layar kaca dan layar lebar, sekaligus dikembangkan: ada pembinaan keroncong bagi generasi muda. Dengan begitu, keroncong pantang mengalami "kekeringan" dan bisa lestari.