Keroncong Belum Mati

Mencari Musik Asli Indonesia

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 29/10/2014 14:14 WIB
Mencari Musik Asli Indonesia Grup keroncong sedang beraksi. (CNN Indonesia/ Kiky Makkiyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini, dangdut dianggap sebagai musik asli Indonesia. Namun merunut sejarah dan faktanya, justru keronconglah musik asli Indonesia.

Ages Dwi Harso, pendiri komunitas keroncong Batavia Mood dan Taman Suropati Chamber membantahnya. "Dangdut bukan musik asli Indonesia. Dangdut itu turunan dari musik India dan Arab," kata Ages Dwi Harso kepada CNN Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Senin (27/10).

Keroncong, musik yang kerap dianggap jadul dan membuat mengantuk nyatanya adalah musik asli Indonesia. "Awalnya musik ini berkembang dari musik Portugis, namun dalam perkembangannya keroncong sudah memasukkan unsur musik Indonesia," ujarnya.


Meski diawali dari musik Portugis, namun dalam perkembangannya, musik ini diwarnai dengan nuansa musik-musik khas Indonesia. Ages mengatakan, di zaman Portugis, musik ini dimainkan dengan alat-alat musik Eropa.

Namun lama-kelamaan, musik keroncong ini dimainkan dengan alat musik asli Indonesia. "Alat musiknya ada gendang, siter, dan biola. Biola sering digantikan dengan alat rebab atau tarawangsa dari daerah. Sudah ada modifikasinya," ujarnya.

Tahun 1996 lalu, Ages mendapat kesempatan untuk bertemu dengan musisi dari Portugis. Di sana, ia bertanya tentang asal usul musik keroncong.

"Saya dan kawan-kawan main keroncong di depan mereka, lalu saya tanya, apakah ini musik mereka. Dan mereka bilang ini bukan," katanya.  "Berarti sudah terpatahkan kalau keroncong itu memang bukan musik Portugis. Ini musik Indonesia," katanya menambahkan.

Selain banyak unsur Indonesia di dalam musiknya, nilai nasionalisme lainnya juga ditampilkan dalam setiap pertunjukkannya. Saat tampil, biasanya sang penari keroncong akan menggunakan kebaya kutu baru lengkap dengan kain batik, dan sanggul Jawa yang khas.

Perjuangkan jadi warisan budaya Indonesia

Melihat sejarah dan fakta yang meluruskan bahwa Keroncong adalah musik asli Indonesia, maka komunitas keroncong se-Indonesia bersama dengan Mayjen Sunindyo menggelar seminar untuk menindaklanjuti dan mengembangkan keroncong.

"Salah satu poin dari hasil seminar kemarin, kami ingin mengajukan keroncong sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO. Sama halnya seperti batik dan keris yang sudah lebih dulu diakui," ucapnya.

"Tetapi belum tahu kapan bisa diakuinya, yang penting kami sudah berusaha mengajukannya."

Perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dunia ini tak akan ada artinya, jika musiknya sendiri tak dihargai oleh sang tuan rumah. Melihat hal ini, pria yang sempat diminta mengajar gamelan di Juilliard School, Amerika Serikat ini mengatakan, musik keroncong harus beregenerasi. Keroncong harus bisa merangkul anak muda.

Untuk mengembangkan keroncong, musisi keroncong, menurut dia, harus mau belajar dari musisi dangdut. Dangdut dinilai memiliki kekuatan dan caranya sendiri untuk bisa bertahan di industri musik tanah air.

Bahkan dangdut tak kalah saing dengan genre musik barat yang melekat erat di otak masyarakat Indonesia.
"Dangdut itu intens sekali untuk memperkenalkan musiknya, dangdut juga lebih bervariasi. Musisi dangdut juga lebih kompak untuk mengembangkan musiknya dibanding musisi keroncong," ujarnya.