Kabar Film

Film PK: Ya Fenomenal, Ya Kontroversial

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 20/01/2015 20:20 WIB
Film PK: Ya Fenomenal, Ya Kontroversial Aamir Khas (Matt Carr/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film PK muncul sebagai fenomena di peralihan tahun 2014-2015. Film India yang dibintangi oleh Aamir Khan tersebut menembus angka pendapatan domestik US$ 54 juta di pekan ke-empat setelah rilis.

Pencapaian tersebut sangat fenomenal untuk sebuah film yang baru saja dirilis. PK diprediksi masih akan terus tumbuh dan semakin mengalahkan rekor penonton film sebelumnya.

Hingga saat ini, PK telah mengoleksi pendapatan kotor box office sebesar US$ 102 juta dan terus bertumbuh. Di luar negara asalnya, India, PK sudah mengumpulkan US$ 105 juta dan laris bak kacang rebus di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia.


Di rumahnya sendiri, hanya dalam hari ke-empat, PK berhasi meraup lebih dari US$ 16 juta kemudian melonjak dua kali lipatnya di hari kesembilan. Tidak berhenti di situ, pada hari ke-17, karya Rajkumar Hirani ini membawa pulang US$ 48 juta.

PK menggeser rekor film Bollywood box office sebelumnya yang dipegang oleh Dhoom 3 dengan capaian hanya US$ 85 juta. Film Bollywood yang juga menjadi fenomenal di Indonesia, 3 Idiots, berada di posisi keempat dengan capaian US$ 62 juta di seluruh dunia.

Pencapaian fantastis film Bollywood ini berbanding terbalik dengan isu dan kritik yang mengiringi pemutaran film tersebut. Konten cerita yang berupa sosok alien yang mempertanyakan agama tertentu menuai banyak kecaman.

Film yang rilis di negara asalnya pada 19 Desember lalu tersebut memiliki cerita mengenai perjalanan sesosok alien ke Bumi. Di Indonesia, film PK masih ditayangkan secara terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Lalu, apa saja konten film PK yang disebut-sebut kontroversial? Dilansir dari laman Times of India, berikut ini 11 hal tentang film PK dan kontroversinya.

1. Sejatinya hak seniman untuk menampilkan realitas sosial telah dilindungi undang-undang setempat.

Namun sebagian kalangan tetap menganggap tak ada toleransi bagi adegan dalam PK yang menampilkan seremoni keagamaan tertentu.

Mereka pun membuat petisi yang membuat kobar kontroversi PK kian memanas sampai-sampai petinggi hukum pun turun tangan.

2. Tidak sedikit pihak yang mengambil keuntungan dari kontroversi PK dan memuat berita bohong.

Aktor Aamir Khan syok mendapati sejumlah wawancara palsu di internet, dan mengatasnamakan agama tertentu.

“Aamir tak pernah melakukan wawancara itu,” kata Anand Desai, Managing Partner of DSK Legal.

3. Petisi yang menyatakan PK menghina budaya dan praktik keagamaan Hindu dimentahkan oleh pengadilan tinggi setempat.

Isi petisi tersebut meminta adegan PK yang melukai perasaan umat menyulut sentimen kaum Hindu dihapus saja.

Petinggi hukum G. Rohini dan R.S. Endlaw menolak mengesahkan petisi dengan dalih tak ada yang salah dengan konten PK.

4. Anggota Central Board of Film Certification (CBFC) Satish Kalyankar mengaku keberatan dengan beberapa adegan PK.

Apalagi sejumlah pengikut Shankaracharya Swaroopanand Saraswati dari Dwarak Peeth juga meminta PK urung ditayangkan.

Namun menurut Kalyankar, tak ada tanggapan apa pun dari sutradara PK maupun jajaran Badan Sensor.

5. Persoalan PK makin kisruh karena filmnya dibajak sebelum dikenai pajak.

Hal ini tentu saga mempermalukan pihak berwajib, karena merasa kecolongan.

Yang membikin pihak berwajib merasa tertampar, karena politisi Akhilesh Yadav pun mengunduh versi bajakannya.

6. Sutradara, produser dan aktor PK dikenai pasal 295A peraturan setempat yang menjatuhkan sanksi bagi penghina agama.

Mereka juga dikenai pasal 153A karena mempromosikan karya atau kata-kata yang menyinggung SARA.

Reaksi dan protes keras juga dilontarkan kalangan pemeluk Hindu sayap kanan.

7. Siapakah penyandang dana PK? Pertanyaan ini juga menimbulkan kontroversi tersendiri.

Menurut laman Zeenews India, produksi film PK diduga ditunggangi kalangan tertentu, pelaku pencucian uang.

Rumor yang beredar, film ini hasil patungan Dubai dan India. Kasus pendanaan ini masih diinvestigasi pihak berwajib setempat.

8. Guru yoga Baba Ramdev menyerukan pemboikotan PK, pada akhir Desember 2014 lalu, karena PK dianggap menyinggung SARA.

Sebagaimana dilansir laman India Times, Ramdev menilai PK menghina budaya dan agama Hindu.

“Ini sangat memalukan,” sebuah sumber mengutip kata-kata Ramdev. “Seharusnya mereka berpikir 100 kali sebelum menghina agama.”

9. Organisasi Vishwa Hindu Parishad (VHP) menyatakan, beberapa adegan PK memicu sentimen agama.

“Seharusnya Badan Sensor mengoreksinya,” demikin isi surat yang disampaikan VHP kepada Menteri Informasi dan Penyiaran India.

Di sisi lain, politisi LK Advani menyebut PK sebagai “film yang luar biasa dan tak membahayakan.”

10. Sutradara film OMG: Oh My God (2012), Umesh Shukla, tak percaya sineas PK sengaja membikin keonaran dan kontroversi.

“Entah dari mana asalnya rumor tersebut. Tidak masuk akal. Sineas PK tak mungkin melakukan hal itu,” kata Shukla.

Ia beropini, sineas PK tak perlu dipermasalahkan, karena konten PK semata wujud kreativitas.

11. Menurut Aamir, ada seratusan film bertema sama dengan PK. Namun bukan berarti PK meniru film tersebut.

PK juga disebut-sebut mirip film OMG: Oh My God. Namun Aamir menegaskan hal tersebut bohong belaka.

Rumor yang menyebutkan sineas PK Rajkumar Hirani dan Vidhu Vinod Chopra menemui Shukla juga tidak benar adanya.