Bronx Museum dan National Museum akan bertukar koleksi pada tahun ini dan tahun depan. Perjanjian tersebut merupakan buah dari negosiasi kuratorial yang dimulai jauh sebelum mencairnya hubungan diplomasi kedua negara, kata Holly Block, Direktur Eksekutif Bronx Museum.
"Tentu saja ada perbedaan-perbedaan yang besar antara Bronx dan Havana, tetapi juga ada banyak persamaan," kata Block dilansir dari situs New York Times. "Idenya adalah untuk memperkuat fakta bahwa National Museum adalah museum yang sangat lokal, yang mana kami juga."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, pada musim gugur 2016 mendatang, lebih dari 100 karya seni dari koleksi National Museum akan datang ke Bronx Museum. Karya-karya tersebut telah lama dikumpulkan dan diperjuangkan oleh orang-orang Kuba dan Kuba-Amerika, sama halnya dengan seni lain dari Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Sejak Amerika Serikat memberlakukan embargo perdagangan antara kedua negara pada 1960, banyak pameran seni Kuba diselenggarakan di Amerika dan sejumlah koleksi pribadi Amerika juga ditampilkan di Kuba. Meski demikian, tidak pernah ada pertukaran dalam skala sebesar ini atau ambisi antara kedua museum.
"Hal ini sangat masuk akal untuk kita," kata Corina Matamoros, kurator seni kontemporer dari National Museum di Havana. "Museum kami memiliki kesamaan misi dan visi tentang seni kontemporer yakni diciptakan dalam konteks masyarakat yang spesifik." (vga/vga)