Itu berdasarkan survei tahunan prediksi Oscar yang secara tahunan dilakukan kantor berita Reuters. Menurut survei yang dibuka secara online sejak 16 hingga 23 Januari 2015 itu, American Sniper dipilih oleh 22 persen responden. Itu termasuk angka tertinggi.
Di bawahnya, ada Selma, film tentang biopik Martin Luther King Jr yang memperjuangkan hak suara bagi kaum kulit hitam, 50 tahun lalu. Film itu mendapat delapan persen suara. Lalu di tempat ketiga, bercokol Boyhood, film tentang kehidupan yang membutuhkan waktu syuting selama 12 tahun. Ia mendapat empat persen suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film-film itu adalah American Sniper, Birdman, Boyhood, The Grand Budapest Hotel, The Imitation Game, Selma, The Theory of Everything, dan Whiplash. Kebanyakan merupakan film biopik tentang tokoh sejarah tertentu.
American Sniper dan film musikal Into the Woods merupakan film yang terbanyak ditonton kedua. Sekitar sembilan persen responden sudah menontonnya. Sementara The Grand Budapest Hotel dan Birdman, telah ditonton oleh delapan dan empat persen responden. Sebanyak 65 persen mengaku belum menonton 15 film yang ditawarkan.
Dari situ, wajar jika American Sniper lebih banyak dijagokan dari nominator Film Terbaik.
Bagaimana pun, survei itu hanya prediksi pilihan masyarakat. Mengutip Reuters, ada 2.385 rakyat Amerika yang berpartisipasi dalam survei. Tapi faktanya, hasil Academy Awards tidak dipilih publik. Film Terbaik dan kategori lainnya, dipilih 6.100 anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences.
Jika ingin hasil akurat, tunggu saja perhelatan Oscar yang akan digelar 22 Februari mendatang.
(rsa/utw)