Jakarta, CNN Indonesia -- Cantik, bersuara emas dan jago
nge-dance. Aanysa memiliki ketiga prasyarat memasuki industri hiburan di Negeri Paman Sam. Tak percaya? Lihat saja aksinya dalam sejumlah video yang ditayangkan via YouTube.
Salah satu video di mana gadis 15 tahun ini menyanyikan lagu
Stay with Me milik Sam Smith, sudah dipirsa lebih dari dua juta kali sejak dirilis pada pertengahan 2014 lalu. Lantunan vokalnya soulful, falsetonya pun sempurna.
“Seharusnya kamu mengikuti ajang X Factor atau American Idol,” kata seseorang bernama Joseph Cowart memberikan saran. Agaknya gadis berambut kriwil ini tak perlu berkompetisi. Ia hanya butuh diorbitkan oleh produser andal bertangan dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu prestasi besar Aanysa: saat berusia 12 tahun tampil di Gibson Theater, Los Angeles, dalam konser damai
Never Again yang menampilkan penyanyi kaliber Grammy, seperti Eric Benet, Chaka Khan dan Stevie Wonder.
Aanysa sudah merilis single indie berjudul
I Stay Turn’t Up. Namun gaung lagu ini terlibas oleh lagu pop milik penyanyi tenar yang ia nyanyikan ulang (
cover version), seperti lagu milik Rihanna, Katy Perry, Beyonce, Sia, Demi Lovato, dan lain-lain.
Dalam sebuah wawancara dengan laman
Tween Girl Syle Magazine (TGSM), Aanysa mengisahkan aksi debutnya sebagai penyanyi gereja saat berusia 10 tahun. Ia sendiri yang meminta izin kepada tantenya untuk diperkenankan menyanyi di gereja.
“Sama sekali tak merasa malu, apalagi takut.
I blew that church away! Sejak itu saya yakin menyanyi adalah jalan hidup saya,” kata Aanysa yang setahun kemudian, pada Oktober 2010, bertemu manajernya Angie Irons.
“Saya melihat elemen Mary J. Blige, Aaliyah dan Beyonce dalam diri bocah ini,” kata Irons saat pertama kali bertemu dengan gadis asal Kansas, AS. “Ia benar-benar
‘it’ factor kid. Ia memiliki vokal mumpuni dan percaya diri.”
Tak hanya berkarakter kuat, di mata Irons, Aanysa juga memiliki etos kerja luar biasa. Manajer merangkap pelatih vokal ini menilai Aanysa sangat profesional. “Ia bekerja keras tak ubahnya wanita 30-an tahun dan tidak pernah mengeluh.”
Demi mengejar karier, keluarga Aanysa pindah dari Kansas ke Los Angeles, pada 2010. Lima tahu berlalu, Irons, yang mantan artis, menilai kemampuan Aanysa makin terasah. “Penampilannya mirip Rihanna atau Beyonce dan Christina Aguilera versi belia.”
Menapaki karier di ranah hiburan AS, tak membuat Aanysa besar kepala. Kepada laman TGSM, ia menyatakan, “Saya ingin orang-orang tahu, saya tetap membumi, suka bersenang-senang dan sangat aneh!
I like quirky things and quirky people.”
Saat ditanya lagu favoritnya, Aanysa spontan berseru, “
Ribbon In The Sky.” Selain menyukai lagu milik Stevie Wonder ini, ia juga mengagumi Beyonce, Aretha Franklin dan Chaka Khan. “Saya suka kekuatan suara dan caranya membawakan diri.”
Sejauh ini, Aanysa telah mereka lagu-lagu yang ditulis oleh sang manajer bekerja sama dengan beberapa penulis lagu terkenal. Ia menggambarkan lagu-lagunya bernuansa pop/urban, seperti biasa dinyanyikan Chris Brown.
(vga/vga)