5 Artis Cantik Korea yang Berakhir di Tali Gantungan
Rizky Sekar Afrisia | CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2015 14:15 WIB
Da-Bin sebenarnya dikenal sebagai pribadi yang periang dan sangat positif. Ia melejit lewat serial berjudul Rooftop Room Cat, yang bercerita tentang sepasang teman yang tinggal bersama dan jatuh cinta. Karena temanya sedikit tabu untuk Korea Selatan, rating-nya tinggi.
Film demi film pun Da-Bin lewati. Namun pada tahun 2006, salah satu filmnya, That Summer's Typhoon tidak mendapat apresiasi yang cukup bagus. Da-Bin amat mengambil hati insiden itu.
Pada 10 Februari 2007, ia pun gantung diri dengan handuk di kamar mandi apartemen kekasihnya. Da-Bin meninggal pada usia 27 tahun. Da-Bin tidak meninggalkan pesan apa pun.
Menurut kekasihnya, Da-Bin sedang dalam kondisi tertekan karena sulit menemukan proyek film lain dan banyak serangan di dunia maya atas penampilan fisiknya. Ia pernah curhat di blog.
"Semua terasa kompleks. Saya marah tanpa alasan dan merasa seperti orang gila. Sakit, rasanya seperti mabuk laut. Kepala saya sakit saat mulai menangis. Saya menjadi budak emosi. Saya pikir saya sudah kehilangan diri saya, kehilangan identitas saya. Lalu, seperti mendapat sorotan, saya terdiam," tulisnya.
"Tuhan datang kepada saya dengan cinta. Dia membuat saya menyadari apa yang penting dan mendukung saya. Saya seperti mau kolaps, tapi Dia membangkitkan saya, mengatakan semua akan baik-baik saja. Ya, akan baik-baik saja."
Nyatanya, ia jelas tidak baik-baik saja.
Add
as a preferred
source on Google
Film demi film pun Da-Bin lewati. Namun pada tahun 2006, salah satu filmnya, That Summer's Typhoon tidak mendapat apresiasi yang cukup bagus. Da-Bin amat mengambil hati insiden itu.
Pada 10 Februari 2007, ia pun gantung diri dengan handuk di kamar mandi apartemen kekasihnya. Da-Bin meninggal pada usia 27 tahun. Da-Bin tidak meninggalkan pesan apa pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua terasa kompleks. Saya marah tanpa alasan dan merasa seperti orang gila. Sakit, rasanya seperti mabuk laut. Kepala saya sakit saat mulai menangis. Saya menjadi budak emosi. Saya pikir saya sudah kehilangan diri saya, kehilangan identitas saya. Lalu, seperti mendapat sorotan, saya terdiam," tulisnya.
Nyatanya, ia jelas tidak baik-baik saja.
Add
as a preferred source on Google
Choi Jin-Shil
BACA HALAMAN BERIKUTNYA