Hanung Heran Dirinya Selalu Dianggap Kontroversi
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2015 07:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seringkali film-film yang dibuat oleh sutradara ini menjadi kontroversi ketika sudah tayang di layar lebar, meskipun nyatanya mendatangkan pengunjung.
Ketika Hanung merilis Ayat-ayat Cinta, ia mendapatkan protes akibat karakter Maria. Pun ketika dalam film ?, Wanita Berkalung Sorban dan yang terbaru Hijab. Bukan hanya film terkait agama, tetapi film biopik yang ia buat seperti Soekarno: Indonesia Merdeka yang tayang beberapa waktu lalu pun menuai kontroversi.
Namun, rupanya Hanung Bramantyo sudah kebal kuping akan berbagai komentar filmnya. Dalam menggarap film terbarunya, Kartini, ia mengaku tidak ambil pusing.
"Saya heran apapun yang saya buat selalu disorot, selalu kontroversial. Orang-orang menganggap saya-lah yang mengada-ada, lho ini bagaimana sih?" kata Hanung ketika ditemui di Jakarta Pusat pada Selasa (22/4).
Berbicara mengenai film Kartini, Hanung merasakan ada kesamaan sosok Raden Ajeng Kartini dengan dirinya. Mereka sama-sama terkungkung dan mendapatkan pertentangan.
"Katanya era reformasi tidak ada rezim. Ternyata rezim ada di mana-mana," ujar Hanung.
"Itulah sebabnya Kartini tidak mengangkat senjata, karena musuhnya tidak jelas!" lanjutnya.
Musuh yang dimaksud oleh Hanung di sini adalah pertentangan sosial.
Bedanya, Kartini melawan struktur sosial yang ada dalam adat budaya Jawa, sedangkan Hanung menghadapi kondisi sosial yang selalu ia pertanyakan dalam filmnya.
Kisah gejolak batin tersebut sudah disiapkan oleh Hanung untuk film Kartini yang rencananya akan tayang pada 21 April 2016.
(ard/ard)
Ketika Hanung merilis Ayat-ayat Cinta, ia mendapatkan protes akibat karakter Maria. Pun ketika dalam film ?, Wanita Berkalung Sorban dan yang terbaru Hijab. Bukan hanya film terkait agama, tetapi film biopik yang ia buat seperti Soekarno: Indonesia Merdeka yang tayang beberapa waktu lalu pun menuai kontroversi.
Namun, rupanya Hanung Bramantyo sudah kebal kuping akan berbagai komentar filmnya. Dalam menggarap film terbarunya, Kartini, ia mengaku tidak ambil pusing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara mengenai film Kartini, Hanung merasakan ada kesamaan sosok Raden Ajeng Kartini dengan dirinya. Mereka sama-sama terkungkung dan mendapatkan pertentangan.
"Itulah sebabnya Kartini tidak mengangkat senjata, karena musuhnya tidak jelas!" lanjutnya.
Musuh yang dimaksud oleh Hanung di sini adalah pertentangan sosial.
Bedanya, Kartini melawan struktur sosial yang ada dalam adat budaya Jawa, sedangkan Hanung menghadapi kondisi sosial yang selalu ia pertanyakan dalam filmnya.
Kisah gejolak batin tersebut sudah disiapkan oleh Hanung untuk film Kartini yang rencananya akan tayang pada 21 April 2016.
(ard/ard)