Ketika Hanung merilis Ayat-ayat Cinta, ia mendapatkan protes akibat karakter Maria. Pun ketika dalam film ?, Wanita Berkalung Sorban dan yang terbaru Hijab. Bukan hanya film terkait agama, tetapi film biopik yang ia buat seperti Soekarno: Indonesia Merdeka yang tayang beberapa waktu lalu pun menuai kontroversi.
Namun, rupanya Hanung Bramantyo sudah kebal kuping akan berbagai komentar filmnya. Dalam menggarap film terbarunya, Kartini, ia mengaku tidak ambil pusing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara mengenai film Kartini, Hanung merasakan ada kesamaan sosok Raden Ajeng Kartini dengan dirinya. Mereka sama-sama terkungkung dan mendapatkan pertentangan.
"Itulah sebabnya Kartini tidak mengangkat senjata, karena musuhnya tidak jelas!" lanjutnya.
Musuh yang dimaksud oleh Hanung di sini adalah pertentangan sosial.
Bedanya, Kartini melawan struktur sosial yang ada dalam adat budaya Jawa, sedangkan Hanung menghadapi kondisi sosial yang selalu ia pertanyakan dalam filmnya.
Kisah gejolak batin tersebut sudah disiapkan oleh Hanung untuk film Kartini yang rencananya akan tayang pada 21 April 2016.
(ard/ard)