"Mbak Tami itu anak duta besar. Sejak kecil atau remaja, kalau ngomong enggak bisa satu bahasa. Campur, karena sering ikut ayahnya dinas," ujar Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat yang juga sahabat keluarga Pepeng, saat dihubungi CNN Indonesia pada Rabu (6/5).
Saat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, Utami pun menjadi sosok yang eksentrik. Busana dan cara bergaulnya berbeda dengan mahasiswa lain. Terang saja, Utami pernah melihat berbagai negara di hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu merupakan penyakit yang menyerang saraf otak, dan bisa membuat anggota tubuh lumpuh pelan-pelan. Pepeng tak bisa jalan, harus pakai kursi roda. Ia juga cuma bisa berbaring di tempat tidur. Meski begitu, Utami setia.
Bukan hanya itu, Utami juga harus membantu Pepeng buang air setiap hari. "Kalau enggak salah di akhir hidupnya itu Mas Pepeng enggak bisa mengeluarkan kotoran sendiri, meskipun lewat selang. Jadi harus dibantu dikorek."
Charles memuji kesetiaan Utami itu.
Padahal pertama bertemu Pepeng, Utami tidak langsung tertarik. Tipenya adalah seperti Richard Gere. "Putih, bersih, wangi," begitu tulis Utami dalam bukunya, That's All yang ditulis setelah pernikahannya dengan Pepeng menginjak usia 25 tahun.
Ternyata Utami tak bisa memungkiri jodoh dan takdir. Pepeng, lelaki yang semula disebutnya aneh dan tebar pesona, menjadi suaminya. Pernikahan mereka terus langgeng, meski multiple sclerosis menggerogoti saraf pusat Pepeng.
"Kami yakin, kesulitan baru yang Allah berikan ini akan menumbuhkan semacam pohon hikmah yang buahnya bisa kami petik sebagai pelajaran. Pengalaman kami ini mungkin bisa menjadi motivasi, bahwa bagaimana pun pahitnya hidup harus kita rasakan," tulis Utami mengungkapkan. Ia begitu kuat.
Tak heran jika menjelang napas terakhir yang ia embuskan di Rumah Sakit Cinere, Rabu (6/5) pukul 10.05 WIB, Pepeng seperti menunggu kedatangan istrinya. Ia sudah kritis karena sesak dada sejak pukul 02.00 WIB, namun masih bertahan sampai Utami datang di sampingnya.
Seperti dituturkan Bens Leo pada CNN Indonesia, Utami sempat membacakan Al-Quran untuk Pepeng. Pun mengatakan "I love you". Baru setelah itu, Pepeng merelakan nyawa pergi dari tubuhnya dengan tenang dan bersahaja.
(rsa/vga)