Lala Karmela, Musisi Mainstream yang Tak Takut ke Jalur Indie

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2015 10:50 WIB
Penyanyi wanita asal Indonesia yang bertubuh mungil, Lala Karmela, mengatakan kalau tahun ini ia akan kembali merilis album musik terbaru. Lala Karmela, saat hadir dalam pembukaan gerai Liebeskind, di Mall PVJ, Bandung, Jumat (8/5) (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Bandung, CNN Indonesia -- Penyanyi wanita asal Indonesia yang bertubuh mungil, Lala Karmela, mengatakan kalau tahun ini ia akan kembali merilis album musik terbaru.

Tapi di albumnya yang akan dirilis sekitar bulan September nanti, terdapat beberapa perubahan yang cukup besar. Salah satunya adalah ia tidak lagi bergabung dengan perusahaan rekaman besar, melainkan memilih jalur indie.

"Perbedaannya tidak terlalu terasa. Sewaktu masih di label mainstream aku memang selalu terlibat dalam proses pembuatan karya. Tapi di label indie, aku ikut turun tangan mengurusi semuanya, mulai dari karya, packaging hingga promosi," kata Lala saat ditemui dalam acara pembukaan gerai Liebeskind, di Mall PVJ, Bandung, pada Jumat (8/5).


Direncanakan sejak akhir tahun lalu, saat ini album musik Lala masih dalam proses rekaman, karena waktu Lala banyak terbagi juga untuk urusan studi kuliahnya.

"Aku masih nyelesain studi nih, doain ya cepat kelar. Aku juga penginnya cepat kelar dan bisa ngerasain album musik yang dibuat sepenuh hati," ujar penyanyi yang pernah melantunkan kembali lagu Satu Jam Saja ini.

Berkarier di dunia hiburan, namun nama Lala seakan jauh dari gosip. Mengenai sensasi, dirinya mengatakan kalau memang menjauhi hal tersebut.

"Jujur aku sangat menjauhi hal tersebut. Karena lebih baik terkenal dari karya kan. Klise banget sih," kata Lala.

"Tapi mungkin bagi orang lain sensasi itu perlu dan justru jadi hal yang berguna buat popularitas dia. Jadi bagiku pentingnya jadi sensasional atau tidak, kembali lagi ke artisnya," katanya melanjutkan.

Akan bermusik di jalur indie tidak membuat Lala khawatir. Ia tidak takut karyanya akan jadi lebih eksklusif bahkan kehilangan pasar.

Namun, Lala percaya dengan kecanggihan dunia digital saat ini, ia mampu bertahan dari terpaan musisi mainstream dengan promosi dan sensasi yang gila-gilaan.

"Dengan industri musik yang sekarang lebih digital aku percaya kalau karyaku akan didengar oleh lapisan masyarakat yang lebih luas. Tapi aku juga realistis sambil terus mencari ide promosi yang lain," kata Lala menutup pembicaraan.


(ard/mer)