Itu disampaikan Dodi Sanjaya, tim produksi Preman Pensiun saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (15/5). Apy Kusnandar, rekannya di sinetron komedi itu mengungkapkan hal serupa.
"Dia datang setelah pulang terapi dari rumah sakit di Bandung," kata Dodi. Namun Didi bukan datang untuk pengambilan gambar. Ia justru hendak izin untuk tidak syuting karena sakit. Tim produksi pun meluluskan permintaan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bercerita, dirinya memang langsung mengontak Didi setelah sang aktor pulang dari Milan, 12 Mei lalu. Ia meminta Didi kembali ikut syuting untuk Preman Pensiun. Sebab, tak bisa dipungkiri ia pemeran utama yang membuat rating sinetron produksi 2015 itu melonjak.
Dodi mengaku kehilangan aktor, sahabat, sekaligus guru. Sebab ia menilai dedikasi Didi untuk kariernya sangat luar biasa. "Saya sangat kehilangan. Om Didi tidak pernah macam-macam di lokasi syuting. Paling on time, sangat disiplin," ujarnya menuturkan.
Ia belum tahu bagaimana nasib sinetronnya tanpa Didi. Karakter bintang Guru Bangsa: Tjokroaminoto itu ditulis sampai 50 episode ke depan. Yang dilakoni baru 26 episode.
"Masih ada 24 episode lagi. Saya belum tahu akan seperti apa. Tergantung Aris Nugraha nanti," ujar Dodi menyebut sang penulis dan sutradara. Pilihannya: mematikan karakter atau mengganti pemain. Yang mana, belum diputuskan.
"Lihat nanti saja, saya sedang perjalanan ke rumah duka," kata Dodi menegaskan.
(rsa/rsa)