Menguak Kekayaan Seni Lukis Bali dalam Koleksi Naka Gallery
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2015 21:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan satu kunci, para pengunjung dapat membuka rahasia seni di balik salah satu ruangan di Hotel Le Meridien, Bali. Tahun ini, para tamu hotel dapat menguak rahasia kekayaan lukisan seniman kontemporer Bali yang dikuratori oleh Naka Gallery.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih mengusung tema abstrak dan tiga dimensi, kini Naka Gallery menyegarkan mata pengunjung dengan suguhan koleksi lukisan kontemporer. Permainan warna-warni cat air menjadi daya tarik dalam koleksi kali ini.
"Untuk tahun ini lebih sederhana. Hanya permainan warna dari cat air. Lebih mudah dinikmati dibandingkan dengan yang tahun lalu dengan 3D, ada yang menggunakan kaleng, batu, dan segala macam," ujar kurator Naka Gallery, Ilak Rui, saat ditemui di Jimbaran, Bali, baru-baru ini.
Meskipun terlihat lebih sederhana, kumpulan lukisan kali ini masih mengikuti sedikit jejak koleksi lama. Terlihat pada beberapa lukisan yang berlatar belakang potongan koran.
Sebuah lukisan paras wanita China juga terpampang dengan detail corak di kanan bawah. Jika dilihat dari dekat, terlihat potongan-potongan foto atau majalah bertumpuk mozaik. Lukisan rupanya diproduksi dari wajah asli.
"Kalau untuk lukisan wajah biasanya sesuai permintaan. Kemiripan kami sekitar 90 persen. Kami sangat hati-hati untuk permintaan wajah karena kalau tidak mirip ya tidak bagus," tutur Ilak.
Demi mendapatkan hasil maksimal, Ilak pun tidak main-main dalam memilih karya seniman. "Biasanya seniman kasih ke kami, nanti mereka konsultasi dengan pemilik kami, orang Italia," ujar Ilak.
Ilak pun tidak mengelak bahwa lukisan kontemporer yang tersaji di Le Meridien tak hanya percampuran dari berbagai budaya di Indonesia, tapi juga negara lain, seperti Italia.
Namun, Naka Gallery tetap mempertahankan budaya Indonesia dengan salah satu gerai mereka di Jimbaran.
"Meskipun gerai lain ada percampuran, salah satu toko kami di Jimbaran itu Naka Vintage, di dalamnya karya asli Bali," ucap Ilak. Itu sesuai dengan cita-cita nama galeri seni ini. "Naka itu berarti kaya. Bali, Indonesia, itu kaya akan seni," katanya.
(rsa/rsa)
Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih mengusung tema abstrak dan tiga dimensi, kini Naka Gallery menyegarkan mata pengunjung dengan suguhan koleksi lukisan kontemporer. Permainan warna-warni cat air menjadi daya tarik dalam koleksi kali ini.
"Untuk tahun ini lebih sederhana. Hanya permainan warna dari cat air. Lebih mudah dinikmati dibandingkan dengan yang tahun lalu dengan 3D, ada yang menggunakan kaleng, batu, dan segala macam," ujar kurator Naka Gallery, Ilak Rui, saat ditemui di Jimbaran, Bali, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Seni Tak Tenggelam Ditelan Lumpur Lapindo |
Sebuah lukisan paras wanita China juga terpampang dengan detail corak di kanan bawah. Jika dilihat dari dekat, terlihat potongan-potongan foto atau majalah bertumpuk mozaik. Lukisan rupanya diproduksi dari wajah asli.
Salah satu seni dari Naka Gallery. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir) |
Demi mendapatkan hasil maksimal, Ilak pun tidak main-main dalam memilih karya seniman. "Biasanya seniman kasih ke kami, nanti mereka konsultasi dengan pemilik kami, orang Italia," ujar Ilak.
Ilak pun tidak mengelak bahwa lukisan kontemporer yang tersaji di Le Meridien tak hanya percampuran dari berbagai budaya di Indonesia, tapi juga negara lain, seperti Italia.
Seniman mengerjakan lukisan di salah satu ruangan Le Meridien. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir) |
"Meskipun gerai lain ada percampuran, salah satu toko kami di Jimbaran itu Naka Vintage, di dalamnya karya asli Bali," ucap Ilak. Itu sesuai dengan cita-cita nama galeri seni ini. "Naka itu berarti kaya. Bali, Indonesia, itu kaya akan seni," katanya.
(rsa/rsa)
Salah satu seni dari Naka Gallery. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Seniman mengerjakan lukisan di salah satu ruangan Le Meridien. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)