The Age of Adaline, Romansa 'Wanita Abadi' dari Masa ke Masa

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2015 15:40 WIB
Kehidupan Adaline berjalan normal sampai suatu hari ia tewas tenggelam, dan hidup kembali lewat sambaran kilat. Ia hidup, tapi struktur gen tubuhnya mati. Salah satu adegan film The Age of Adaline. (Dok. Lionsgate)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semua orang ingin awet muda, terutama para wanita. Namun apa rasanya jika bukan hanya awet muda, tetapi umur juga berhenti dan Anda menjadi abadi? Tanyakan pada Adaline Bowman (Blake Lively) di The Age of Adaline.

Film bergenre epic romance fantasy ini sebenarnya sudah rilis di Amerika Serikat April lalu, berdekatan dengan Avengers: Age of Ultron. The Age of Adeline sempat menggoyang pendapatan Ultron meski kemudian film andalan Marvel tidak tergeser di box office kala itu.

Hanya sebentar menempati puncak box office, The Age of Adaline sanggup meraup US$ 51,7 juta atau Rp 688 miliar dari bujet yang menghabiskan US$ 25 juta atau Rp 333 miliar.


Film itu mengisahkan Adaline Bowman, wanita anggun nan cantik memikat. Semua berjalan normal pada kehidupan Adaline di awal jembatan Golden Gate dibangun, tahun 1900. Namun kehidupannya berubah sejak sang suami yang adalah insinyur Golden Gate meninggal karena kecelakaan di lokasi pembangunan.

Menjadi janda satu anak dilalui dengan tegar oleh Adeline. Tapi suatu hari, kejadian aneh dialaminya. Ia kecelakaan ketika mengendarai mobil di tengah kegelapan malam dan hujan salju yang anomali terjadi di daerah tersebut.

Bersama mobil yang dikendarainya Adaline jatuh terguling ke sungai bersuhu dingin. Ia tenggelam dalam kondisi tidak sadar. Suhu tubuhnya menurun drastis dan membuat jantungnya berhenti berdetak. Adaline tewas.

Namun tiba-tiba mobilnya tersambar kilat dengan daya 1500 volt yang sontak membuat dirinya terbangun kembali. Meski begitu, struktur gen dalam dirinya telah berhenti tumbuh. Artinya, secara metabolisme hidup Adaline berhenti pada usia 29 tahun.

Memiliki umur yang "mati" sepertinya menyenangkan. Tapi kelamaan itu mulai menjadi masalah. Sekitarnya berubah menua, tetapi ia tidak. Ketika dirinya pun dihadapkan menjadi sasaran target penyelidikan terestrial oleh FBI, Adaline pun harus "lari dari kenyataan."

Alur film The Age of Adaline cukup rumit. Baru penonton duduk di awal pemutaran, sudah dipaksa memikirkan korelasi antara kehidupan Adaline zaman sekarang dan masa lalu. Film itu harus ditonton penuh konsentrasi dan serius.

Sutradara Lee Toland Krieger mampu meramu alur itu dengan cerdas. Ia memasukkan alur cerita di tengah pelarian-pelarian Adaline. Konflik juga diracik serius. Penonton bisa merasakan kebimbangan Adaline saat ia takut menghadapi kenyataan harus menyaksikan sang kekasih menua dan meninggal dunia sementara ia abadi.

Drama antartokoh dalam film juga terbangun dengan baik. Krieger mempertemukan pemain kelas menengah dengan papan atas seperti Harrison Ford dan Ellen Burstyn. Ford dan Burstyn mampu menyelamatkan para pemain muda tersebut dari film yang terasa garing.

[Gambas:Youtube]

Kisah fantasi yang ditawarkan memang terbilang cukup unik untuk digabung dengan penjelasan ilmiah yang "terlihat" cerdas. Namun sayang, itu masih jauh dari logika bagi penonton yang jelas memahami fisiologi anatomi tubuh manusia dan hubungannya dengan fisika alam semesta.

Penonton wanita mungkin akan sangat iri melihat Lively yang tampil cantik, pintar, anggun, dan tegar sepanjang film berlangsung. Ia seperti tak pernah depresi. Meski beberapa kali tampak sedih, kecantikan dan rambutnya yang tak pernah kusut mampu menutupi itu.

The Age of Adeline merupakan film yang layak tonton bagi penggemar romansa dan fantasi seperti buku dan film Time Traveler's Wife.

(rsa/rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK