Ketika Menonton Bioskop Saja Tak Lagi Memuaskan

Nadi Tirta Pradesha, CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2015 20:18 WIB
Bioskop Ultra XD akan menggabungkan teknologi Dolby Atmos untuk tata suara dan Dual Digital Production untuk sistem proyeksi. Suasana bioskop ultra XD. (Dok. Cinemaxx)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menonton film kini tak cukup puas hanya dengan duduk menyaksikan sajian yang ada. Semakin hari, teknologi semakin berkembang. Dari film hitam putih, berwarna, sampai tiga dimensi. Masih belum cukup, efek spesial dan suara juga digarap dengan serius agar memanjakan indra.

Cinemaxx, pemain baru di bidang layar lebar, baru saja merilis bioskop dengan teknologi Ultra XD. Setelah meluncurkan teknologi itu di Palembang, Cinemaxx menambahkannya di bioskop baru Maxx Box, di Lippo Vilage, Karawaci. Bioskop itu baru soft launch pada Rabu (1/7).

Cinemaxx Maxx Box memiliki lima layar biasa, dua layar Cinemaxx Gold, dan dua layar Ultra XD. Bioskop Ultra XD akan menggabungkan teknologi Dolby Atmos untuk tata suara dan Dual Digital Production untuk sistem proyeksi.


Gabungan keduanya menghasilkan tontonan yang mantap. Sayang, berdasarkan pengalaman CNN Indonesia menonton, layar yang luasnya setara dengan 370 layar LCD 55 inci tidak dibarengi resolusi yang semakin tajam. Untuk film-film dengan tone gelap, layar itu jadi buram.

Selain Ultra XD, Maxx Box juga menyediakan Cinemaxx Gold yang menawarkan pengalaman menonton mewah sekaligus privat. Cinemaxx Gold punya kursi elektrik , dilengkapi call button untuk mendatangkan pelayan yang akan mencatat pesanan makanan atau minuman, dan soket USB untuk mengisi ulang daya baterai ponsel.

"Cinemaxx Gold ini berbeda dengan lainnya karena memang sudah di-upgrade. Kami pakai meja swivel yang bisa diputar. Kursinya juga dilengkapi selimut dan bisa mengatur kerebahan kursi secara elektrik," kata Infany Suryadji, Head of Marketing Cinemaxx menjelaskan.

Suasana Cinemaxx Box pun sangat digital. Ada teknologi Hyperstation dan Immersive Corridor. Hyperstation di pintu masuk bioskop, bisa menjadi layar muka informasi melihat trailer film, info promosi, dan 'Poster Yourself'--tawaran berfoto dengan latar poster film.

Harga bioskop Ultra XD di hari biasa mulai Rp 45 ribu, naik menjadi Rp 50 ribu hari Jumat dan saat akhir pekan serta libur harganya Rp 65 ribu. Sedangkan Cinemaxx Gold hari biasa mulai Rp 75 ribu, Jumat naik menjadi Rp 100 ribu, dan akhir pekan serta libur Rp 125 ribu.

Sebelum Cinemaxx merambah bioskop dengan teknologi barunya, sudah ada pendahulu, jaringan bioskop 21 dan Blitzmegaplex yang juga bersaing memanjakan indra penontonnya.

Jaringan 21 menambah elegansi saat mendongkrak nama menjadi XXI. Terlebih lagi saat IMAX hadir di Kelapa Gading dan Gandaria City. Bagi pencinta film, menonton layar sebesar 20 x 11 meter dan 14 x 24 meter merupakan kepuasan tersendiri. Belum lagi efek suara dahsyatnya.

Studio IMAX biasa menampung film-film blockbuster. Furious 7, Cinderella, Avengers: Age of Ultron, Jurassic World, dan Terminator Genisys diputar di sana. Soal tiket, IMAX jelas lebih mahal.  Senin sampai Kamis, menonton IMAX harus merogoh kocek Rp 50 ribu.

Angka itu selisih beberapa puluh ribu dibanding bioskop XXI biasa yang berkisar antara Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

Memasuki akhir pekan, di hari Jumat harga IMAX melonjak menjadi Rp 75 ribu. Pada Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional harganya menjadi Rp 100 ribu. Bioskop XXI biasa, paling mahal Rp 75 ribu untuk akhir pekan dan libur.

Selain IMAX yang menjadi jagoan, jaringan bioskop 21 juga punya bioskop premiere. Jumlahnya tidak sebanyak bioskop 21 atau XXI biasa, namun lebih marak dibanding IMAX. Itu untuk penonton yang membutuhkan kenyamanan. Harga tiketnya lebih mahal dibanding IMAX.

Di hari biasa, harga XII Premiere mencapai Rp 75 ribu. Harga itu menjadi Rp 100 ribu saat hari Jumat dan pada Sabtu, Minggu, serta libur nasional melonjak menjadi Rp 150 ribu. Seperti Cinemaxx, di XXI Premiere juga sofanya lebih nyaman, bisa direbahkan, serta ada mejanya.

Selain membagi per kelas, jaringan bioskop 21 juga menerapkan teknologi baru untuk suara, yakni Christie Vive Audio. Teknologi tata suara itu menghasilkan efek yang lebhi dahsyat dari Dolby Atmos, dan hanya ada di Epicentrum.

Bioskop lain, Blitzmegaplex juga punya kelas-kelas menonton. Selain kelas biasa serta 3d, yang cukup dinanti dari Blitz juga adalah 4DX. Penonton tidak hanya bisa merasakan gambar lebih hidup, tetapi juga ada sensasi percikan air, aroma, asap, dan lain-lain.

Memang lebih seru. Hanya saja, bagi pencinta cerita film, sensasi itu tak diperlukan.

Jika tidak tertarik pada sensasi seperti itu, nikmati kenyamanan di kelas Satin, Velvet, dan Gold. Satin menyuguhkan sofa nyaman dan eksklusif, dengan harga tiket mulai Rp 55 ribu saat hari biasa. Di hari Jumat, harganya menjadi Rp 60 ribu dan melonjak menjadi Rp 80 ribuan sampai Rp 100 ribu saat akhir pekan.

Kelas Gold sedikit lebih mewah. Penonton dapat remote control personal, selimut, layar di seluruh dinding, dan tombol untuk memesan makanan atau minuman. Harga tiketnya mulai Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu di akhir pekan.

Kelas Velvet jauh lebih menggiurkan. Bukan hanya sofa nyaman, pengunjung juga bisa menonton di semacam ruangan auditorium dengan bantal empuk serta selimut. Harga tiketnya paling mahal. Di hari biasa saja, Harganya mulai Rp 150 ribu. Saat akhir pekan, kelas itu dihargai Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK