Berdasarkan penelusuran sejarah dari berbagai sumber, dahulu Singkawang punya bioskop. Pada 1950, ada Bioskop Lama (Lo Hi Jan) di Jalan Merdeka. Sekitar 1980-an, ada pula Bioskop Singkawang (Sin Hi Jan) di Jalan Budi Utomo dan Bioskop Studio di Jalan Yos Sudarso.
Dua bioskop pertama sudah tidak ada. Bioskop Studio di Jalan Yos Sudarso masih berdiri, namun lebih menjadi gedung resepsi pernikahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bioskop Ampenan ditutup pada 1992, sementara Irama Theater ditutup pada 1997. Pertimbangannya tidak diketahui. Ada yang menyebut tontonan di televisi dianggap masyarakat lebih menarik dan tak perlu bayar.
Kini, pencinta film di tiga kota itu bisa bersenang hati. Jaringan bioskop 21 akan membangun bioskop XXI di sana. "Palu Juli, Singkawang Agustus, dan Mataram September," kata Catherine Keng, Corporate Secretary XXI saat ditemui di Kuningan, Jakarta, Kamis (2/7).
Menurut pernyataan Wakil Wali Kota Palu, Mulhanan Tombolotutu kepada Info Palu, bioskop akan dibangun di lantai tiga Mal Tatura Palu. Alasannya, secara struktur bangunannya cocok.
Catherine menurutkan, adanya mal memang menjadi salah satu pertimbangan XXI membuat bioskop di sana. "Artinya daya belinya ada." Pemain paling 'senior' di bidang bioskop itu juga punya target memiliki seribu layar sampai 2017. Saat ini, dengan ditambah tiga kota baru, XXI jadi punya 796 layar di 34 kota.
"Pertumbuhan bioskop jadi lebih sehat. Kita bisa lebih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan bioskop dan layar," tutur Catherine.
Bukan hanya menambah layar XXI, bioskop itu juga bakal meningkatkan jumlah IMAX. Selama ini IMAX hanya ada di Jakarta. September mendatang, IMAX juga akan muncul di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur. "Itu IMAX pertama di luar Jakarta," ujar Catherine menegaskan.
(rsa/rsa)