Perempuan kaya raya dan berpendidikan tinggi itu datang ke Astya Pura dengan sebuah misi: membangun mega proyek bisnis hunian berlantai 100.
Untuk mencapai tujuannya, Nyonya Baron mendekati satu per satu pamong Astya Pura, mulai dari Pak Lurah hingga Pak RT. Dia menjanjikan perubahan kesejahteraan bagi warga Astya Pura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Asty Pura menolak keras rencana Nyonya Baron membangun hunian vertikal 100 lantai. Ketua RT Amat pun tak bisa diandalkan. (CNN Indonesia/Utami Diah Kusumawati) |
Mereka lantas mengirim Amat, sang Ketua RT, untuk berbicara dengan Nyonya Baron. Namun Amat justru bungkam setelah diiming-imingi hadiah sebagai Kepala Proyek.
Sayangnya, protes warga terus berlanjut hingga aksi anarkisme tak terelakkan. Rumah Nyonya Baron dijadikan sasaran, terlebih ketika menemukan bendera merah putih yang terpasang terbalik di rumah perempuan bergaya kebarat-baratan tersebut.
Rumah Nyonya Baron pun jadi sasaran amuk warga. Rumah itu dilempari batu dan dibakar hingga habis tak bersisa.
Itulah penggalan lakon satir komedi KOK karya Putu Wijaya yang dipentaskan oleh Teater Mandiri, pada 4 dan 5 Agustus kemarin, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Naskah KOK merupakan gabungan dua cerpen Protes dan Bendera.
Adegan lakon satir komedi KOK karya Putu Wijaya dipentaskan Teater Mandiri. (CNN Indonesia/Diah Utami Kusumawati) |
"Selama 44 tahun, kami selalu mengembangkan konsep 'Bertolak dari yang Ada' untuk menciptakan karya-karya teror mental," kata Dewi dalam kata sambutannya.
Beberapa tahun terakhir, Teater Mandiri telah menciptakan beberapa karya seperti Cipoa, Setan, HAH dan Jpret. Sementara itu, Teater Mandiri telah mementaskan karya hingga ke luar negeri seperti Amerika, Hongkong, Singapura, Jepang, Korea Selatam, Jerman dan Mesir.
Teater Mandiri telah mementaskan karya ke manca negara. (CNNIndonesia/Utami Diah Kusumati) |
Selain pementasan lakon teater, juga diadakan lomba pembacaan puisi, penampilan monolog dan pelucuran buku Teror Mental di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.
Lakon KOK diperankan oleh pemain seperti di antaranya Dwi Hastuti (Nyonya Baron), Laila Uliel Elnama (Bu RT), Izul (Pak RT), Ari (Pak Lurah), Taksu Wijaya dan Denpis Cahaya.
Laila dan Izul dalam pementasan KOK berhasil menghidupkan roh lakon komedi dengan dialog serta bahasa tubuh mereka yang konsisten, stabil dan akting yang tampak alamiah. Sementara, Dwi Hastuti juga tampil memukai sebagai sosok Nyonya Baron yang dominan dan kapitalis.
Nyonya Baron mendekati satu per satu pamong Astya Pura, mulai dari Pak Lurah hingga Pak RT. Dia menjanjikan perubahan kesejahteraan bagi warga Astya Pura. (CNN Indonesia/Utami Diah Kusuwati) |
(utd/vga)
Warga Asty Pura menolak keras rencana Nyonya Baron membangun hunian vertikal 100 lantai. Ketua RT Amat pun tak bisa diandalkan. (CNN Indonesia/Utami Diah Kusumawati)
Adegan lakon satir komedi KOK karya Putu Wijaya dipentaskan Teater Mandiri. (CNN Indonesia/Diah Utami Kusumawati)
Teater Mandiri telah mementaskan karya ke manca negara. (CNNIndonesia/Utami Diah Kusumati)
Nyonya Baron mendekati satu per satu pamong Astya Pura, mulai dari Pak Lurah hingga Pak RT. Dia menjanjikan perubahan kesejahteraan bagi warga Astya Pura. (CNN Indonesia/Utami Diah Kusuwati)