Meminjam judul film berbahasa asing, film ini berlatar bioskop tua khas Indonesia. Tak ayal, penonton pun seperti diajak kembali nostalgia ke masa silam, sekitar tengah tahun 1998.
Film garapan mantan asisten sutradara The Raid, Ginanti Rona Tembang Asri ini menceritakan kisah pembunuhan oleh seorang psikopat di bioskop. Layaknya film thriller khas Hollywood, Midnight Show menjanjikan sejumlah tayangan yang bakal penuh darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain pendukung lainnya ialah Gandhi Fernando, Nina Anggaraeni, dan Ade Firmansyah.
Gandhi Fernando yang juga menjadi produser film mengatakan, insipirasi pembuatan karyanya kali ini datang usai menonton sebuah film di tengah malam. "Pasti para pecinta film akrab dengan midnight show. Film ini menghadirkan sensasi berbeda lewat situ," kata Gandhi di Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/12).
Sayang, latar belakang film yang terjadi pada 1998 tidak terlalu berhubungan dengan ceritanya sendiri. Latar itu justru menghadirkan kejanggalan, karena di tengah krisis ekonomi yang memaksa sejumlah bisnis gulung tikar, bioskop dikisahkan sejahtera. (rsa)