Tara Basro Jadi Duta Sinema Perancis di Indonesia

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2015 20:00 WIB
Tara Basro Jadi Duta Sinema Perancis di Indonesia Tara Basro (Detikcom Photo/Asep Syaifullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baru dua hari menggenggam Piala Citra pertama, aktris Tara Basro langsung kebagian peran baru: duta sinema Perancis. Ia tak sendirian melakoni tugasnya, melainkan bertandem bersama sineas senior Garin Nugroho.

Tara meraih predikat Aktris Terbaik Festival Film Indonesia (FFI), pada Senin kemarin (23/11), di ICE, Serpong, sebagai ganjaran atas aktingnya yang jempolan sebagai Sari di film A Copy of My Mind garapan sutradara Joko Anwar.

Sementara Garin telah menyelesaikan belasan film sepanjang kariernya, sejak awal 1990-an. Paling gres, ia menggarap Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto yang mendapat beberapa nominasi FFI 2015.


Tugas sebagai duta sinema Perancis kali ini merupakan gebrakan baru. Tara dan Garin siap mendekatkan sinema Perancis kepada masyarakat Indonesia. Terlebih sepekan lagi Festival Sinema Perancis siap digelar.

Festival yang bakal digelar pada 3 hingga 6 Desember 2015 mendatang ini digagas oleh Institut Français D'Indonesie (IFI), institusi kebudayaan Perancis di Indonesia. Tahun ini merupakan perhelatan kali ke-20.

Dengan adanya festival ini, masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal dan antusias menonton film Perancis. Jadi tak melulu menyaksikan film-film Hollywood, Bollywood, juga K-Movie dan K-Drama.

Selain itu, menurut Arnaud Miquel, selaku direktur Festival Sinema Prancis, tujuan digelarnya pesta film Perancis di Indonesia ini sekaligus untuk meningkatkan kerja sama sineas Perancis dan Indonesia.

"Akan ada kolaborasi antara sineas Perancis dan Indonesia," kata Arnaud kepada awak media di gedung IFI, kawasan Thamrin, Jakarta, pada Rabu (25/11). "Kami ingin meningkatkan hubungan antara sineas Perancis dan Indonesia."

"Kami ingin mengadakan kolaborasi yang baik antara sineas Indonesia dan Perancis. Kami ingin menggarap film bersama. Sangat penting untuk membangun generasi baru dari perfilman Indonesia dan Prancis," Arnaud menuturkan.

Untuk membuktikan hal itu, Festival Sinema Perancis mengadakan sebuah program yang dinamakan Fokus. Dengan program tersebut, sineas Perancis ingin lebih intim mendekatkan diri mereka dengan sineas Indonesia.

Dalam program Fokus ini, Festival Sinema Prancis akan bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan menayangkan lima film dari hasil koproduksi Perancis dan Indonesia.

Film-film itu antara lain Sang Penari garapan Ifa Isfansyah. Film tersebut mendapatkan dukungan dari Fonds Sud Cinema Prancis. Selain itu ada Laut Bercermin, Berbagi Suami, The Photograph dan Garuda Power: The Spirit Within.

Festival Sinema Perancis pun siap memanjakan indra penglihatan masyarakat Indonesia dengan film-film Perancis terbaik seperti Les Nouvelles Aventures d'Aladin, Taj Mahal, Le Petit Prince, Dheepan, La Famile Bélier dan lain-lain.

Film-film Perancis itu dapat Anda saksikan di bioskop di sembilan kota, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar dan Balikpapan, sejak 3 hingga 6 Desember mendatang.

Seakan ingin membuktikan keseriusan negara Perancis untuk berkolaborasi dengan sineas Tanah Air, Festival Sinema Prancis juga mengadakan program Kompetisi Film Pendek, yang mengikutsertakan sineas muda Tanah Air.

Untuk menonton film-film yang telah disebutkan, masyarakat dapat membeli tiket seharga Rp35 ribu di IFI yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Balikpapan.

Masih di kesempatan yang sama di IFI Jakarta, Tara menyampaikan pendapatnya soal festival kali ini, "Seneng banget ada ragam film baru di sini. Selain ada film Indonesia dan Hollywood, ada juga film Perancis yang dapat menginspirasi masyarakat."

Selain memberikan inspirasi, menurut Tara, film-film Perancis memiliki kualitas yang tinggi serta dapat memberikan dampak baik dalam perfilman Indonesia. 

"Banyak inspirasi yang bisa diambil dari film Perancis. Para kreator film kita bisa lebih bebas bercerita tanpa adanya batasan," katanya. "Film Perancis itu menyenangkan dan menarik untuk ditonton."





(vga/vga)