Italia memilih jalan seni. Negara itu justru akan meningkatkan pendanaan terhadap museum, pementasan teater, dan konser.
Perdana Menteri Matteo Renzi mengungkapkan rencananya pada Selasa (24/11), salah satu cara memerangi terorisme adalah dengan mengeluarkan 2 miliar euro atau Rp28,9 triliun untuk menjaga keamanan Italia setelah penyerangan Paris dua pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi di Paris memberi sinyal adanya peningkatan dalam peperangan budaya di mana kita hidup sekarang," kata Renzi saat berpidato di Capitoline Museum, Roma.
Bahkan, setiap 18 tahun Italia akan memberikan tambahan US$530 atau Rp7,2 juta untuk setiap aktivitas hiburan dan kebudayaan, seperti konser musik, produksi film, maupun pementasan teater budaya.
Dalam upaya meredakan ketegangan antara masyarakat yang termarjinalisasikan dengan Italia, pemerintah juga akan mengeluarkan anggaran lebih untuk kelompok pinggiran dan golongan imigran di kota-kota besar.
Anggaran-anggaran yang diajukan Perdana Menteri, mengutip Financial Times, sebagian besar akan didatangkan dari pajak penghasilan masyarakat Italia. Bisnis Italia juga diharapkan mendukung itu. Namun, rencana belum pasti diloloskan di parlemen, karena itu baru dari PM saja.
Rencana Renzi itu muncul di tengah kekhawatiran masyarakat Eropa terutama, setelah serangan Paris. Apalagi jutaan peziarah akan datang ke Roma mulai 8 Desember, sehubungan Jubilee Year of Mercy yang "dikumandangkan" Paus Fransiskus.
Maret lalu, kelompok Islam fanatik memberi sinyal mereka akan menyerang Vatikan. (rsa/vga)