Peristiwa kebakaran hutan yang menimpa sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun ini telah menempatkan Indonesia dalam sorotan internasional akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Kaitannya pada luas wilayah hutan yang terbakar dan lamanya penanganan bencana ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Independent Research and Advisory Indonesia (IRAI), Kemitraan Partnership, dan Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC).
Para seniman yang terlibat di pameran kali ini menampilkan karya-karya dalam berbagai media, yakni lukisan, patung, gambar, instalasi, foto, hingga video art.
Dikurasi oleh Bambang “Toko” Witjaksono untuk karya seni dan Erik Prasetya untuk fotografi, Mencegah Bara menampilkan karya 14 perupa, antara lain Agus Suwage, Eddi Prabandono, Eldwin Pradipta, Pande Ketut Taman, Prison Art Programs (PAP’s), Theresia Agustina Sitompul, dan Titarubi. Sedangkan fotografer yang terlibat, di antaranya Abriansyah Liberto, Beawiharta, Bjorn Vaughn, Jessica Helena Wuysang, dan Ulet Ifansasti.
“Kita disodori beragam imajinasi seniman tentang kondisi alam. Imajinasi-imajinasi tadi tidak sekonyong-konyong muncul, namun akibat dari begitu banyaknya peristiwa atau kondisi alam yang semakin lama semakin rusak. Di tangan senimanlah peristiwa-peristiwa tadi divisualisasikan dengan daya kritis yang sangat menohok,” ujar Bambang “Toko” Witjaksono.
Sementara dalam kurasinya, Erik Prasetya menilai selalu ada "bahaya" estetika pada fotografi, terutama yang dipampang dalam pameran atau media massa. Pameran ini mencoba menghindari jebakan tersebut, dan berusaha mengajak pengunjung mengalami kesedihan bencana, sekalipun tetap lewat pengalaman visual-estetik.
Melalui pameran ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat sama-sama berupaya mencari solusi dan menangani kasus kebakaran hutan secara lebih serius.
“Komitmen bahwa usaha pencegahan harus kita mulai dan ancaman kebakaran hutan yang berakibat asap harus terus diwaspadai. Menjaga lingkungan adalah suatu keharusan,” ujar Lin Che Wei, CEO JOTRC. (sil/vga)