Dilansir dari NME pada Jumat (18/12), hal tersebut dikarenakan para penggemar Star Wars tidak ingin membaca atau menyaksikan cuplikan film yang belum mereka tonton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 12 jam ditayangkan, jumlah pengguna internet di Inggris menurun. Mungkin karena banyak orang yang masih menonton di bioskop atau menghindari informasi sebelum menonton," kata pihak Imperva, melalui keterangan resmi.
Tentu saja penayangan film The Force Awakens menggemparkan dunia, hal ini diketahui dari ludesnya tiket bioskop yang dijual.
Di Amerika Serikat, film garapan J.J. Abrams itu tayang perdana Senin (14/12), sedangkan di Indonesia pada Selasa (15/12). Saat penayangan perdana di Indonesia, ponsel undangan wajib dititipkan dan ulasan film diembargo.
Sayangnya, itu seperti belum cukup untuk mencegah pembajakan. TMZ memberitakan, sebuah video cuplikan dari adegan penting The Force Awakens beredar viral. TMZ menulis, timnya telah melakukan uji autentik terhadap cuplikan Star Wars itu.
Ditemukan dugaan, itu berasal dari seseorang yang sudah lebih dahulu menonton film. Dugaan selanjutnya, bocoran itu berasal dari Indonesia.
"Kelihatannya orang dengan cuplikan itu dari Indonesia, karena ada terjemahan bahasa Indonesia," tulisnya.
Berita TMZ itu dicuitkan oleh sutradara Joko Anwar, kemarin. Ia berkomentar, siapa pun pelakunya benar-benar membuat malu.
(ard)